Hidayatullah.com — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi menunjuk ulama kharismatik Tgk H Muhammad Ali, yang akrab disapa Abu Paya Pasi, sebagai Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Pengukuhan dijadwalkan berlangsung pada minggu ini di kompleks masjid bersejarah tersebut, yang menjadi ikon provinsi di ujung barat Indonesia itu.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Muzakir Manaf dalam konferensi pers di Banda Aceh, Sabtu, 9 Agustus 2025. Menurutnya, penunjukan Abu Paya Pasi dilakukan setelah melalui pertimbangan matang, baik dari sisi keilmuan, rekam jejak dakwah, maupun penerimaan luas dari kalangan masyarakat dan ulama.
“Beliau (Abu Paya Pasi) adalah figur ulama yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam, pengalaman panjang dalam membina umat, dan wibawa yang sangat dihormati. Kami yakin kepemimpinan beliau akan membawa Masjid Raya Baiturrahman semakin berperan dalam memakmurkan syiar Islam,” kata Muzakir Manaf seperti dikutip Serambi Indonesia, Sabtu (9/8/2025).
Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu masjid tertua dan paling berpengaruh di Aceh. Selain menjadi pusat ibadah, masjid ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Islam, dan pembinaan generasi muda. Jabatan Imam Besar memegang peranan strategis dalam mengatur arah kegiatan keagamaan dan membina para imam serta khatib.
Profil Abu Paya Pasi
Tgk H Muhammad Ali, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Paya Pasi, lahir di Paya Pasi, Aceh Utara, pada tahun 1940-an. Ia menempuh pendidikan agama di berbagai dayah (pesantren tradisional) ternama di Aceh dan pernah menimba ilmu di luar daerah. Abu dikenal luas sebagai ulama ahli fikih, tafsir, dan hadis.
Sejak muda, Abu Paya Pasi aktif mengajar di Dayah Malikussaleh Paya Pasi, lembaga pendidikan Islam yang ia pimpin hingga sekarang. Di bawah kepemimpinannya, dayah tersebut berkembang menjadi salah satu pusat studi Islam terkemuka di Aceh, melahirkan banyak alumni yang kini menjadi ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat.
Kiprah dakwahnya tidak hanya terbatas di Aceh Utara. Ia sering diundang memberikan ceramah, khutbah, dan tausiah di berbagai daerah, termasuk di Banda Aceh. Abu juga aktif memberikan fatwa dan pandangan keagamaan terkait persoalan umat, yang dihormati karena argumentasinya yang kuat dan bahasa yang menyejukkan.
Dalam wawancara singkat dengan Harian Rakyat Aceh, Abu Paya Pasi mengaku menerima amanah ini dengan penuh rasa tanggung jawab. “Jabatan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi beban amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Saya berharap dukungan semua pihak untuk memakmurkan masjid ini,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Makna Penunjukan
Pengangkatan Abu Paya Pasi sebagai Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran masjid dalam pembinaan umat. Dengan pengalaman puluhan tahun di dunia pendidikan dan dakwah, Abu diharapkan dapat memperkuat tradisi keilmuan Islam di Banda Aceh sekaligus menjadi teladan moral bagi masyarakat.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid Raya Baiturrahman, Tgk H Ismail, menyambut positif keputusan ini. “Abu adalah ulama yang kita cintai bersama. Insya Allah beliau akan membawa keberkahan bagi masjid dan masyarakat Aceh,” ujarnya kepada Aceh Kita, Sabtu (9/8/2025).
Pengukuhan akan dilaksanakan dalam sebuah prosesi resmi yang dihadiri oleh para ulama, pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan jamaah dari berbagai wilayah. Acara tersebut juga akan diisi dengan doa bersama dan tausiah khusus dari Abu Paya Pasi.
Dengan penunjukan ini, Gubernur Muzakir Manaf menegaskan kembali komitmen Pemerintah Aceh untuk memakmurkan masjid dan memperkuat nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. “Kita ingin Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya menjadi simbol kebanggaan Aceh, tetapi juga pusat peradaban Islam yang hidup dan memberi manfaat luas,” tutupnya.*




