Hidayatullah.com– Petugas pemadam kebakaran hari Ahad (10/8/2025) berhasil mengendalikan api yang membakar gunung Vesuvius, sementara semua jalur pendakian ke gunung berapi dekat Naples itu ditutup untuk wisatawan.
Dinas pemadam kebakaran nasional Italia mengatakan 12 tim yang dikerahkan di lapangan dibantu enam pesawat pemadam Canadair berhasil mengendalikan api, yang melahap pepohonan di kawasan taman nasional di bagian selatan Italia itu sejak hari Jumat.
Tim pendukung didatangkan dari daerah lain dan petugas di lokasi menggunakan drone untuk memantau penyebaran api, kata damkar Italia lewat platform Telegram seperti dilansir AFP.
“Demi keselamatan dan… guna memfasilitasi operasi pembersihan di area terdampak, zemua aktivitas di jalur pendakian Taman Nasional Vesuvius ditutup sementara sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata pihak pengelola taman dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Sabtu.
Hampir 620.000 orang mengunjungi kawah Gunung Vesuvius pada tahun 2024, menurut data pengelola.
Asap dari lokasi kebakaran dapat dilihat dari situs arkeologi Pompeii, yang tetap dibuka untuk umum.
Para pakar mengatakan negara-negara di Eropa semakin rawan mengalami karhutla disebabkan gelombang panas yang semakin menyengat akibat perubahan iklim global.
Sementara itu di bagian selatan Prancis, petugas damkar berhasil mengendalikan kebakaran besar yang berkobar selama beberapa hari. Namun, pihak berwenang hari Ahad mengeluarkan peringatan bahwa hawa panas yang menyengat dan kondisi yang kering dapat menyulut api menyala kembali, karena gelombang hawa panas masih menghampiri kawasan Mediterania.
Di Yunani, ratusan petugas damkar pada hari Sabtu berusaha mengendalikan karhutla yang mengganas dekat ibu kota Athena sejak hari Jumat, sementara angin kencang dikhawatirkan akan memperluas daerah sebaran api.
Seorang juru bicara departemen damkar mengatakan lebih dari 260 petugas damkar dibekali 80 mobil pemadam dan 12 pesawat dikerahkan di dekat Keratea, daerah pedesaan berjarak sekitar 43 kilometer dari Athena ke arah tenggara.
“Api sudah melemah tetapi masih ada sejumlah kantong api yang masih aktif,” kata jubir itu kepada AFP.
Kebakaran baru hari Sabtu terjadi di dekat kota kecil Kouvaras tetapi api dengan cepat berhasil dikendalikan.*




