Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Menerima Tawaran ‘Israel’ Menampung Warga Gaza Bentuk “Kebodohan”

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2025 16:01 4:01 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Agustus 2025 18:30
Bagikan
Pemilihan Israel perdamaian
Bagikan

Hidayatullah.com – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, dengan tegas menyatakan bahwa menerima tawaran ‘Israel’ untuk menampung warga Gaza yang terluka di Indonesia adalah sebuah “kebodohan.”

Pernyataan ini disampaikannya dalam acara “Head to Head with Elvira” di CNN Indonesia, menanggapi diskusi mengenai rencana pemerintah Indonesia untuk merawat 2.000 pasien dari Gaza di Pulau Galang.

Menurut Hikmahanto, rencana ini berisiko membuat Indonesia terperangkap dalam strategi ‘Israel’ untuk mengosongkan Gaza. “Jangan polos-polos saja,” katanya.

“Nanti orang bilang Indonesia antara naif sama bodoh sama saja.” Ia merujuk pada laporan dari media, termasuk BBC Indonesia, yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri ‘Israel’, Benjamin Netanyahu, meminta Badan Intelijen Mossad untuk mempercepat pemindahan warga Gaza ke negara-negara yang telah sepakat.

Hikmahanto menegaskan, jika Indonesia menerima tawaran ini, pemerintah akan dituduh menjadi bagian dari agenda penjajah ‘Israel’.

Baca Juga

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Ia mempertanyakan logika di balik gagasan tersebut, terutama mengingat sejarah genosida dan pengusiran massal yang dilakukan ‘Israel’ terhadap warga Palestina di masa lalu.

“Masa tidak boleh rakyat Palestina sendiri yang memerintah Palestina, apalagi ada strategi seperti ini oleh Netanyahu dan Mossad,” ujarnya.

Pernyataan Hikmahanto ini muncul di tengah perdebatan sengit dengan narasumber lain. Diskusi memanas ketika Hikmahanto menuduh pihak lain memotong-motong pernyataan Netanyahu dan bersikeras bahwa ‘Israel’ adalah negara penjajah dan pembantai.

Pernyataan ini memicu respons emosional, termasuk seruan untuk perang, yang akhirnya membuat pembawa acara harus menunda siaran.

Senada dengan Hikmahanto, aktivis Indonesia yang tinggal di Gaza, Muhammad Hussein, mengkhawatirkan bahwa inisiatif kemanusiaan ini dapat menjadi bagian dari strategi ‘Israel’ untuk mengosongkan Gaza.

Menurutnya, jumlah 2.000 pasien yang akan dipindahkan akan jauh lebih besar karena setiap pasien kemungkinan akan didampingi oleh anggota keluarga mereka, yang rata-rata terdiri dari lima orang.

“Jadi, catat ya, bukan 2.000 yang akan datang, tapi bisa sampai 10.000,” ujar Husein.

Husen juga menekankan pentingnya belajar dari sejarah, merujuk pada peristiwa Nakba tahun 1948 di mana 800.000 warga Palestina diusir dengan janji akan kembali, namun pada akhirnya 0% dari mereka bisa pulang.

Hal serupa, katanya, terulang pada tahun 1967 dan 1973. Ia juga menyebutkan kasus 300.000 warga Gaza yang dievakuasi ke Mesir sejak 7 Oktober 2023, di mana hingga kini tidak ada yang kembali.

“Cukuplah menjadi bahan buat kita ke depan,” kata Husein. Ia memperingatkan bahwa dengan niat baiknya, Indonesia berisiko menjadi bagian dari proyek Zionisme yang bertujuan untuk mengosongkan Gaza dan menguasai seluruh wilayah Palestina.

Ia mengutip pernyataan Perdana Menteri ‘Israel’, Benjamin Netanyahu, yang mengatakan sangat termotivasi untuk melanjutkan “misi Israel Raya”, yaitu menguasai seluruh wilayah Palestina, Yordania, dan Mesir.

Profesor Hikmahanto mengutip laporan dari media yang menyebutkan keterlibatan Mossad dalam negosiasi pemindahan warga Gaza ke negara lain, yang menurutnya adalah bukti nyata strategi penjajah.

Hikmahanto menuduh ‘Israel’ sebagai “negara penjajah” dan “pembantai,” yang pada akhirnya membuat pembawa acara harus menghentikan siaran sejenak.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaHeadlinepalestinaPulau Galang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis
Tulisan selanjutnya Habib Muhammad bin Husein al-Mutahar, atau Husein Mutahar merupakan bapak Pakisbraka Indonesia Bapak Paskibraka Indonesia ternyata Seorang Habib

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

15 Oktober 2026 14:10
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

13 Oktober 2026 17:01
Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

13 Oktober 2026 13:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?