Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Biaya Mahal Malaysia Belum akan Gelar Balapan F1 Lagi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2025 19:27 7:27 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Agustus 2025 19:27
Bagikan
Formula E Jakarta
Bagikan

Hidayatullah.com– Malaysia mengatakan dalam waktu dekat balapan mobil F1 (Formula One) belum akan digelar lagi di negaranya, karena biayanya terlalu mahal dan kalendernya sudah padat.

Malaysia merupakan negara Asia Tenggara pertama yang menggelar balapan F1 pada 1999 di Sepang International Circuit, dan grand prix terakhir digelar di sana pada 2017.

Malaysia mencoret F1 dari kalender pacuan sejak 2018 di tengah besarnya biaya penyelenggaraan acara tersebut.

Setiap tahun sirkuit Sepang masih menggelar balapan MotoGP.

Menteri Olahraga Hannah Yeoh mengatakan untuk menjadi tuan rumah F1 lagi pemerintah Malaysia harus mengeluarkan biaya 300 juta ringgit ($71,09 juta) setahun.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Di luar biaya-biaya hak penyelenggaraan, Yeoh mengatakan sirkuitnya saja membutuhkan anggaran sekitar 10 juta ringgit setahun untuk menjaga standar yang memenuhi ketentuan pacuan otomotif papan atas.

“Malaysia juga harus mengikat kontrak tiga sampai lima tahun dengan Liberty Media (pemegang hak komersial F1), dengan biaya komitmennya mencapai sekitar 1,5 miliar ringgit untuk periode sekarang,” kata Yeoh di parlemen hari Kamis (21/8/2025), seperti dilansir AFP.

Selain itu, kalender balapan sudah padat dan apabila Malaysia tertarik untuk menyelenggarakan F1 lagi maka harus bersaing dengan negara-negara lain, imbuhnya.

Di Asia Tenggara saja, Singapura sudah memiliki kalender F1 pacuan malam hari, sementara Thailand berharap menjadi tuan rumah selanjutnya.

Kabinet Thailand pada bulan Juni menyetujui anggaran $1,2 miliar supaya dapat menyelenggarakan pacuan F1 di jalanan kota Bangkok mulai tahun 2028.

Lebih lanjut Yeoh mengatakan bahwa Malaysia tidak sepenuhnya menutup peluang balapan F1 digelar kembali, asalkan ada pihak lain (perusahaan) yang bersedia ikut menanggung biayanya.

“Kami terbuka untuk ini dan bisa bekerja sama,” ujarnya.

“Formula 1 merupakan acara olahraga bergengsi yang diikuti banyak peminat dari seluruh dunia.”

“Apabila kita bisa menanggung biayanya, bagus untuk menggelar acara itu di Malaysia,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:F1Malaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peninggalan sejarah Palestina di Tepi Barat Zionis Klaim 63 Situs Arkeologi Palestina di Tepi Barat sebagai ‘Warisan Israel’
Tulisan selanjutnya investasi minuman keras Alkohol Lokal Renggut 23 Nyawa, Aparat Kuwait Tangkap 67 Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Berita
5 September 2026 16:18
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?