Hidayatullah.com– Seorang calon dokter bedah dibebaskan dari tahanan dengan uang jaminan setelah didakwa membuat rekaman rahasia ratusan koleganya di toilet sejumlah rumah sakit di Australia.
Ryan Cho, 28, diperkirakan akan menghadapi sekitar 500 tuduhan berkaitan dengan 4.500 video yang direkamnya secara diam-diam dengan menggunakan ponsel yang kebanyakan di toilet staf di tiga rumah sakit di Melbourne sejak 2021, menurut tuduhan polisi yang dimasukkan ke pengadilan tertinggi negara bagian Victoria.
Hakim James Elliott memutuskan dokter junior itu dibebaskan dari tahanan dengan syarat harus tinggal bersama dengan orangtuanya, yang pindah dari Singapura ke Melbourne untuk mengantisipasi pembebasan putranya. Orangtua Ryan diharuskan menyerahkan uang jaminan 50.000 dolar Australia.
Hakim mengatakan bahwa Cho sudah menyerahkan paspornya dan sebelum ini tidak memiliki catatan kriminal yang mengharuskanya didepak dari Australia.
Polisi menuduh Cho membuat rekaman gambar intim sedikitnya 460 wanita. Hakim menggarisbawahi bahwa tidak ada tuduhan bahwa Cho menyebarkan gambar-gambar tersebut.
Cho ditangkap petugas pada bulan Juli setelah sebuah ponsel ditemukan sedang dalam mode perekaman dari dalam sebuah tas jaring yang tergantung di sebuah toilet di Austin Hospital.
Polisi menuduh Cho juga melakukan perekaman serupa di kamar kecil di dua rumah sakit lain yaitu Peter MacCallum Cancer Center dan Royal Melbourne Hospital.
Cho awalnya dijerat enam dakwaan tetapi 127 dakwaan lain ditambahkan pada hari Kamis (21/8/2025), termasuk tuduhan merekam gambar intim tanpa izin, lansir Associated Press.
Pengacaranya Julian McMahon mengatakan terlalu dini untuk memastikan bahwa tuduhan-tuduhan itu semuanya akan disidangkan. Dia juga mengatakan bahwa kliennya belum menyatakan sikap mengaku bersalah atau tidak terhadap dakwaan-dakwaan itu.
Cho datang ke Australia sebagai mahasiswa pada 2017 dan menempuh kuliah kedokteran di Monash University di Merlbourne.
Cho mendapatkan status pemukim tetap Australia pada bulan April, dan dia terancam dideportasi apabila dinyatakan bersalah dan diganjar hukuman 12 bulan penjara atau lebih.*




