Hidayatullah.com — Seorang Muslimah Rusia, Yelizaveta Baranovskaya, melawan saat mengalami pelecehan saat menggunakan niqab di kereta bawah tanah Moskow. Insiden terjadi pada awal September ketika dua pria menghadangnya dan menuntut agar ia melepas cadar. Salah satu pelaku bahkan mencoba merobek penutup wajah yang dipakainya.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak seorang pria muda mengaitkan niqab dengan ancaman terorisme dan operasi militer Rusia di Ukraina. Seorang pria tua yang berada di lokasi ikut mendukung tindakan tersebut, sementara sejumlah penumpang lain berusaha membela Baranovskaya.
Baranovskaya merekam peristiwa itu dan mengunggahnya ke media sosial, yang dengan cepat menjadi viral. Ia menegaskan bahwa mengenakan niqab merupakan hak konstitusional warga negara Rusia.
Dalam video lanjutannya, ia menjelaskan bahwa keputusannya mengenakan niqab adalah pilihannya sendiri, bukan paksaan. Ia juga mengingatkan bahwa ada lebih dari 40 juta Muslim di Rusia dan hak mereka untuk menjalankan agama dijamin oleh konstitusi.
“Lebih dari 40 juta Muslim tinggal di Rusia. Hak mereka untuk menjalankan agama dilindungi hukum,” ujarnya, dikutip Novaya Gazeta Europe.
Menurut laporan dari The Moscow Times, insiden seperti ini bukan hal baru. Berbagai kasus pelecehan verbal dan fisik, bahkan penolakan pekerjaan dan perumahan, dialami oleh perempuan Muslim di Rusia. Laporan ini juga mencatat bahwa pihak berwenang sering kali tidak mengambil tindakan tegas.
Alih-alih menghukum pelaku, narasi dari media yang dikendalikan pemerintah terkadang justru mencoba mengalihkan tanggung jawab, menyarankan bahwa pakaian Muslim “non-tradisional” itu sendiri yang menjadi provokasi.
Aktivis hak asasi manusia Maryam Alieva yang mendampingi korban menyebut pelecehan tersebut berpotensi memicu kekerasan lebih lanjut.
“Kami sudah melibatkan pengacara untuk melaporkan kasus ini kepada polisi,” katanya, dikutip Novaya Gazeta Europe.
Aparat kepolisian sempat memanggil kedua pelaku, namun hingga kini belum ada proses hukum yang tegas.
Video insiden itu kini viral dan memicu perdebatan publik tentang kebebasan beragama dan sikap intoleransi terhadap minoritas Muslim di Rusia.
Media independen seperti Novaya Gazeta Europe menyoroti kasus ini sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan Muslim di Rusia. Sementara itu, sebagian media pro-pemerintah menyebut kejadian tersebut sekadar permintaan warga agar Baranovskaya melepas cadar.*




