Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Baitul Maqdis Institute Kecam Kehadiran Peter Berkowitz di Universitas Indonesia

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2025 14:22 2:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Agustus 2025 07:17
Bagikan
Peter Berkowitz
Bagikan

Hidayatullah.com—Baitul Maqdis Institute menyampaikan kecaman keras terhadap kehadiran akademisi asal Amerika Serikat, Peter Berkowitz, dalam kegiatan orasi ilmiah di Universitas Indonesia (UI).

Lembaga ini menilai UI telah keliru memberi ruang bagi sosok yang dikenal luas sebagai pendukung kebijakan agresi militer Israel terhadap Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

Dalam keterangan resminya, Baitul Maqdis Institute menilai undangan UI kepada Berkowitz bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang seharusnya dijunjung tinggi institusi akademik.

“UI telah melakukan tindakan yang sangat disayangkan dengan memberikan panggung bagi tokoh yang secara terbuka mendukung kebijakan luar negeri Israel yang menindas dan menzalimi rakyat Palestina,” demikian pernyataan Baitul Maqdis Institute, Senin (26/8/2025).

Peter Berkowitz merupakan mantan pejabat di Departemen Luar Negeri AS pada periode pertama pemerintahan Presiden Donald Trump. Ia disebut sebagai salah satu arsitek narasi pembenaran tindakan militer Israel yang menewaskan ribuan warga sipil Palestina.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat hampir 63.000 orang gugur sejak pecahnya Genosida Israel atas Gaza Oktober 2023, termasuk anak-anak dan perempuan. Ratusan lainnya dilaporkan meninggal karena kelaparan akibat blokade penjajah Israel.

Menurut Baitul Maqdis Institute, rekam jejak Berkowitz menunjukkan konsistensi dukungannya terhadap Zionisme.

Ia kerap mengkritik akademisi, mahasiswa, jurnalis, dan diplomat Barat yang mengutuk kebijakan Israel di Gaza. Dukungan itu terekam dalam sejumlah tulisan opini di media konservatif Amerika Serikat, RealClearPolitics.

Beberapa artikel Berkowitz yang dipersoalkan antara lain Human-Rights Bodies Corrupt Human Rights To Vilify Israel (27 April 2025), Disregarding Military Necessity To Accuse Israel of War Crimes (22 Desember 2024), dan Trump and Congress Gear Up To Fight Campus Antisemitism (24 November 2024).

“Tulisan-tulisan ini jelas menunjukkan posisinya sebagai pembela agresi militer Israel yang menimbulkan korban sipil sangat besar,” tegas Baitul Maqdis Institute.

Baitul Maqdis Institute juga mengingatkan bahwa sikap akademisi seperti Berkowitz berkontribusi pada normalisasi genosida yang sedang berlangsung di Palestina.

“Tidak sulit menemukan pemikiran Berkowitz yang secara militan membela penjajah Israel. Kehadirannya di forum akademik Indonesia, apalagi di kampus sebesar UI, hanya akan melukai solidaritas bangsa Indonesia terhadap rakyat Palestina,” lanjut pernyataan itu.

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan dukungan konsisten terhadap perjuangan Palestina. Pemerintah, organisasi masyarakat sipil, hingga kampus-kampus kerap menyuarakan pembelaan terhadap hak rakyat Palestina.

Karena itu, undangan terhadap tokoh pro-Israel ke ruang akademik dinilai menciderai posisi Indonesia di mata dunia.

“UI semestinya lebih selektif dalam menghadirkan pembicara, terlebih terkait isu kemanusiaan global. Mengundang sosok yang jelas-jelas membenarkan agresi Israel sama saja memberikan legitimasi moral terhadap kejahatan perang,” ujar Baitul Maqdis Institute.

Baitul Maqdis Institute menutup pernyataannya dengan menyerukan agar UI segera melakukan klarifikasi dan evaluasi atas keputusannya.

“Kami meminta UI untuk menghentikan segala bentuk keterlibatan akademisi pendukung Zionisme di ruang publik Indonesia. Kehadiran mereka hanya akan menyinggung rasa kemanusiaan dan solidaritas bangsa ini terhadap rakyat Palestina yang sedang menderita,” tegas lembaga itu.

Sementara itu pihak Universitas Indonesia meminta maaf atas kasus ini. UI menyampaikan permintaan maaf atas kurang cermatnya melakukan pemeriksaan latar belakang (background check) terhadap Peter Berkowitz, yang diundang sebagai pembicara dalam PSAU Pascasarjana UI.

UI mengaku khilaf dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, UI menyatakan tetap konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina, sebagaimana pernah ditegaskan oleh Rektor UI kepada Duta Besar Palestina.

UI melalui Direktur Humas, Arie Afriansyah, menyatakan terima kasih atas kritik yang masuk sebagai bagian dari kebebasan berpendapat. UI menegaskan kembali dukungannya terhadap Palestina dan menyebut kasus ini sebagai pembelajaran agar lebih selektif dan sensitif dalam memilih pembicara internasional ke depan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul Maqdis InstitutePeter BerkowitzUIUniversitas Indonesiazionisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tabligh Akbar di Lapas Kembangkuning: Hijrah Menuju Kemerdekaan Hakiki
Tulisan selanjutnya jurnalis Reuters Valerie Zink Tidak Mau Ikut Sebarkan Propaganda ‘Israel’, Jurnalis Kanada Hengkang dari Reuters

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?