Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2025 10:24 10:24 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 Agustus 2025 10:23
Bagikan
buzzer muhammadiyah
[Ilustrasi] BuzzerRp
Bagikan

Para pendengung atau buzzer di dunia maya kini bukan lagi sekadar aktivitas sukarela, melainkan telah berkembang menjadi industri politik yang mapan di Indonesia

Hidayatullah.com | FENOMENA pendengung atau buzzer di dunia maya kini bukan lagi sekadar aktivitas sukarela, melainkan telah berkembang menjadi industri yang mapan di Indonesia. Hal ini diungkapkan Antropolog Politik Komparatif University of Amsterdam, Prof. Dr. Ward Berenschot, dalam risetnya tentang politik digital di Asia Tenggara.

Dalam penelitiannya, Berenschot menggambarkan industri buzzer sebagai rangkaian operasi media sosial yang bersifat informal dan fleksibel—terdiri dari koalisi buzzer, koordinator, influencer, dan pembuat konten.

Ia menjelaskan bahwa “pasukan siber melemahkan perdebatan publik di Indonesia. Mereka menyebarkan informasi buruk dan berhasil menarik simpati publik terhadap hal-hal yang tidak penting…” ujarnya dikutip asia-pacific-solidarity.net.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan industri buzzer paling menonjol di dunia. Praktik ini tidak hanya menyangkut perang opini di media sosial, tapi juga menjadi lahan bisnis politik yang menguntungkan,” ujar Berenschot dalam laporannya tahun 2023.

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Ia menjelaskan, keberadaan buzzer semakin menegaskan bahwa politik di era digital tidak lagi hanya berlangsung di ruang publik nyata, tetapi juga di lini masa media sosial.

Menurut data yang dikutipnya, rata-rata kampanye politik di Indonesia mengalokasikan sebagian besar anggaran media untuk tim digital dan buzzer.

Fenomena ini bahkan merambah ke isu sosial dan agama, bukan hanya politik elektoral. “Buzzer di Indonesia tidak hanya bekerja untuk kandidat atau partai, tetapi juga untuk kelompok kepentingan tertentu yang ingin mengarahkan opini publik,” katanya.

Data dari berbagai studi lokal menunjukkan ada ribuan akun buzzer yang beroperasi secara terorganisir. Misalnya, riset lembaga independen Drone Emprit menemukan ribuan akun dengan pola distribusi seragam saat pemilu 2019 dan 2024, menandakan koordinasi intensif.

Menurut Berenschot, praktik industri buzzer ini memiliki dua sisi: di satu sisi membuka lapangan kerja baru di sektor digital, namun di sisi lain berisiko merusak demokrasi karena mempersempit ruang dialog publik yang sehat.

“Ketika opini publik bisa dibentuk melalui akun-akun bayaran, maka kualitas demokrasi ikut dipertaruhkan,” tegasnya.

Fenomena buzzer Indonesia disebut sebanding dengan Filipina, namun berbeda dengan negara Barat yang regulasinya lebih ketat. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai laboratorium besar praktik politik digital di Asia Tenggara.

Berdasarkan riset bersama Wijayanto dalam publikasi Inside Indonesia, Berenschot menjelaskan bahwa jaringan buzzer di Indonesia cenderung tidak terorganisir secara formal, melainkan bersifat sementara dan kampanye-spesifik.

Mereka bertindak sebagai “pasukan online”, menyebarkan konten, mengelola akun palsu, dan memicu tagar agar menjadi trending—semua dilakukan untuk mengarahkan opini publik.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buzzerdunia mayaHeadlineindustri politikPendengung
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tempat perlindungan bom Turki Manfaatkan Stasiun Bawah Tanah, Turki Bangun Tempat Perlindungan Bom di Seluruh Negeri
Tulisan selanjutnya PBNU Minta Maaf Usai Mengundang Tokoh Pro-Zionisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi

Berita
29 September 2026 18:47
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?