Hidayatullah.com– Otoritas Singapura mengumumkan hukuman denda, penjara dan cambuk yang lebih berat bagi pengguna narkoba yang dimasukkan ke dalam vape. Orang asing yang melakukan tindak pidana itu terancam deportasi.
Singapura merupakan salah satu tempat di dunia yang pertama kali melarang vape pada 2018. Meskipun demikian, aktivitas menghisap rokok elektrik beberapa bulan terakhir justru marak, dan isinya bahkan dioplos dengan etomidate, yang populer disebut Kpods di Singapura. Kpods adalah singkatan dari “ketamine pods” dan merujuk pada efek etomidate yang mirip dengan ketamine. Etomidate dan ketamine sama-sama jenis obat anastesi.
Tes sampel acak yang dilakukan terhadap 100 vape sitaan pada bulan Juli mendapati bahwa sepertiganya tercampur etomidate.Sejumlah video yang menunjukkan remaja dan pemuda berperilaku kacau di muka umum saat sedang menggunakan vape juga viral di media sosial, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan warga Singapura yang kebanyakan mendukung hukuman keras terhadap kejahatan narkoba.
Menteri Kesehatan Ong Ye Kung hari Kamis (28/8/2025) mengatakan bahwa hukuman yang lebih keras diperlukan disebabkan “vape telah menjadi pintu bagi pelanggaran narkoba yang lebih berat” di mana vape menjadi “alat pengantar” narkoba.
Berdasarkan peraturan baru yang akan mulai berlaku 1 September, etomidate digolongkan ke dalam obat-obatan terlarang Kelas C selama enam bulan, dan hukuman untuk vape diperberat.
Orang yang ketahuan menggunakan atau memiliki vape – sekalipun yang biasa atau reguler – akan didenda mulai dari S$500 dan wajib menjalani rehabilitasi. Hukumannya akan lebih berat apabila isi vape mengandung etomidate.
Memasok vape yang dioplos narkoba terancam penjara hingga 20 tahun dan cambukan 15 kali.Orang asing yang bekerja di Singapura tidak hanyabakan menghadapi hukuman yang sama tetapi juga tersncam izin tinggal dan bekerjanya dicabut, kemungkinan akan dideportasi dan dilarang memasuki wilayah Singapura lagi.
Peraturan itu berlaku sama untuk wisatawan.
Peraturan di atas berlaku sementara sambil menunggu peraturan baru berkaitan dengan etomidate dan narkoba lain yang bisa dimasukkan ke dalam vape.
Menurut laporan BBC, papan peringatan akan dipasang di berbagai tempat di Bandara Changi, berikut petunjuk cara membuang vape tanpa terkena hukuman.
Saat ini Singapura sudah menempatkan wadah pembuangan vape di berbagai lokasi seperti klub tempat berkumpulnya warga masyarakat dan di berbagai universitas. Sementara itu di sekolah diadakan program edukasi bahaya vape.
Pihak berwenang juga mengerahkan petugas patroli di kereta, terminal bus dan taman, di mana orang bisa sewaktu-waktu diperiksa isi tasnya.*




