Hidayatulah.com– Militan Houthi mengkonfirmasi bahwa perdana menteri kelompok pemberontak Syiah Yaman itu terbunuh dalam serangan Zionis Israel dan berjanji akan menuntut balas kematiannya.
Ahmed Ghaleb Nasser al-Rahawi menjabat sebagai perdana menteri pemerintahan Houthi yang berpusat di kota Sanaa sejak Agustus 2024. Dia terbunuh dalam serangan Israel hari Kamis (28/8/2025) bersama sejumlah pejabat pemerintahan Houthi lainnya.
Hari Sabtu (30/8/2025), pemimpin tertinggi dewan politik Houthi Mahdi al-Mashat dalam sebuah pesan video yang diunggah ke Telegram berjanji akan menuntut balas kematian Rahawi dan sejumlah pemimpin politik lain yang terbunuh dalam serangan udara Israel pekan ini.
Dia memperingatkan supaya perusahaan-perusahaan asing segera angkat kaki dari Israel sebelum terlabat, lansir AFP.
Hari Sabtu pagi, Houthi mengatakan perdana menterinya terbunuh dalam serangan udara Israel, pejabat politik Houthi paling senior yang diketahui tewas sejak kawasan Timur Tengah memanas akibat peperangan di Gaza.
“Kami mengumumkan kesyahidan petempur Ahmed Ghaleb Nasser al-Rahawi… bersama beberapa kolega kementeriannya, karena mereka ditarget oleh Israel musuh kriminal berbahaya,” bunyi sebuah pernyataan Houthi.
“Sejumlah rekan mereka lainnya mengalami luka dari ringan hingga serius dan sedang menjalani perawatan medis sejak Kamis petang,” imbuhnya.
Hari Kamis, tentara Israel mengatakan bahwa mereka menghantam sebuah “target militer rezim teroris Houthi”. Laporan media Yaman ketika itu mengatakan bahwa kematian Rahawi belum dapat dipastikan.
Rahawi tampil ke publik pada hari Rabu, menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Wakaf di Sanaa.Rahawi berasal dari Provinsi Abyan, yang tidak termasuk wilayah Yaman yang dikuasai pemberontak Houthi.
Kelompok pemberontak Syiah itu secara tradisi biasanya memilih orang dari wilayah selatan guna meraih simpati rakyat di belahan selatan Yaman.
Wakil PM Mohammed Ahmed Miftah ditunjuk sebagai perdana menteri sementara menyusul kematian Rahawi, menurut pengumuman Houthi yang diseampaikan kemudian.
Houthi – bersama dengan Hizbullah di Libanon – merupakan bagian dari aliansi perlawanan yang dibentuk Iran.*




