Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Museum Bosnia Sumbangkan Penjualan Tiket untuk Gaza, Kelompok Yahudi Marah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Agustus 2025 12:03 12:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Agustus 2025 11:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Museum Nasional Bosnia mempertahankan keputusannya untuk mendonasikan hasil penjualan tiket pameran manuskrip langka Yahudi untuk rakyat Palestina di Gaza.

Sarajevo Haggadah, salah satu manuskrip keagamaan era Abad Pertengahan yang paling berharga, dipamerkan di Museum Nasional Bosnia. Pihak pengelola mengatakan hasil penjualan tiket akan disumbangkan kepada rakyat Palestina di Gaza yang mengalami teror sistematis berdarah dingin yang dilakukan oleh negara Israel. Donasi itu termasuk hasil penjualan buku tentang Haggadah.

Langkah itu kontan mendapatkan kecaman awal bulan ini dari berbagai organisasi Yahudi, dengan tuduhan museum bersikap anti-Semit.

Namun, direktur museum Mirsad Sijaric, 55, membela keputusan tersebut dan mengatakan bahwa dia mendapatkan pesan dukungan dari orang-orang Yahudi di berbagai pelosok dunia.

“Apakah kami berpihak kepada salah satu pihak? Ya, kami memutuskan untuk berpihak,” kata Sijaric kepada AFP.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Sijaric bersikukuh mengatakan langkah itu “sama sekali tidak” bermaksud untuk melawan orang Yahudi, tetapi sebagai pesan bahwa mereka menentang apa yang terjadi d Gaza.

“Berpura-pura netral berarti berpihak kepada kejahatan. Menurut pendapat saya, ini murni kejahatan, dan orang harus melawannya.”

Sejumlah organisasi tentunya mengkritik pengumuman yang disampaikan Museum Nasional Bosnia tersebut, termasuk Anti-Defamation League yang berbasis di New York, yang menyebutnya sebagai “politisasi” atas sebuah “simbol warisan, kelangsungan hidup, dan koeksistensi “.

Ditempatkan di sebuah kotak kaca di sebuah ruangan khusus di Museum Nasional Bosnia, Haggadah sejak lama dipandang sebagai simbol yang menjunjung tinggi keberagaman masyarakat Sarajevo. Kota berpenduduk mayoritas Muslim itu juga merupakan tempat tinggal bagi orang Yahudi yang jumlahnya di bawah seribu.

Lembaran-lembaran Haggadah berisi narasi tentang pencipatakaan dunia dan eksodus orang-orang Hebrew (Yahudi) dari Mesir.

Berasal dari tahun 1350, manuskrip bergambar itu diyakini ditulis oleh penulisnya di dekat Barcelona, dan kemudian dibawa ke Sarajevo oleh orang-orang Yahudi yang diusir dari Spanyol pada 1492 di masa Reconquista yang juga menandai akhir masa pemerintahan Islam di Al-Andalusia.

Haggadah berhasil melewati masa kekuasaan Nazi dan disimpan dengan selamat pada masa Perang Bosnia di tahun 1990-an.Jakob Finci, presiden dari Bosnian Jewish community, menggambarkan langkah Museum Bosnia itu sebagai “aneh” dan “agak ofensif” terhadap Yahudi.

“Keputusan itu mencoreng reputasi Sarajevo dan Sarajevo Haggadah, buku yang selama ratusan tahun menjadi saksi dari karakter multietnis kota Sarajevo dan kehidupan bersama kita,” kata Finci.

“Saya mendengar banyak kritikan (terhadap lalngkah itu)… Saya belum melihat ada yang memuji,” imbuhnya.

Dulu Haggadah jarang dipamerkan dan lebih sering ditempatkan di tempat aman. Buku itu dipertontonkan kepada publik setelah dibuatkan ruangan khusus pada 2018, setelah museum dipugar dengan biaya dari Prancis.

Meskipun mendapatkan kecaman dari kalangan Yahudi, ada pihak-pihak yang mendukung langkah pihak Museum Nasional Bosnia tersebut.

“Menurut saya itu merupakan salah satu cara untuk mendukung rakyat Palestina di Gaza,” kata Silvia Einaudi, seorang Egyptologist asal Italia setelah melihat manuskrip itu.

“Gaza, kenapa tidak?” kata Paul Hellec, pengunjung museum asal Prancis. “Saat ini itu merupakan topik yang berat. Namun, juga banyak di tempat lain orang yang mengalami penderitaan.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bosniagazamuseumpalestinaSarajevo Haggadah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya visa Jumlah Tunawisma Anak di Prancis Meningkat Tajam
Tulisan selanjutnya Unit Sahm Pasukan Khusus Anti Penjarahan Hamas Survei: 6 dari 10 Gen Z Amerika Dukung Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?