Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pentagon Sekarang Disebut Departemen Perang Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 September 2025 16:05 4:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 September 2025 16:05
Bagikan
Gedung Departemen Pertahanan AS, Pentagon.
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hari Jumat (5/9/2025), menandatangani surat perintah eksekutif yang menyebut Departemen Pertahanan sebagai Departemen Perang, kata Gedung Putih.

Surat perintah itu memberikan kewenangan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Departemen Pertahanan untuk menggunakan “nama jabatan lain” seperti “Menteri Perang” dan “Wakil Menteri Perang” di dalam korespondensi resmi dan komunikasi publik.

Presiden AS tidak dapat secara sepihak mengganti nama sebuah departemen tanpa proses legislasi atau membutuhkan persetujuan pihak perlemen.

Menurut sebuah dokumen yang dipubllikasikan sebelumnya oleh Gedung Putih, Presiden Trump memerintahkan Hegseth untuk memberikan rekomendasi tindakan legislatif dan eksekutif untuk secara permanen mengubah nama departemen itu.

Lewat platform X hari Jumat Pentagon menulis, “WE ARE THE WAR DEPARTMENT”.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Trump berulang kali bersikukuh bahwa perubahan nama Departemen Pertahan — yang merupakan organisasi terbesar dalam pemerintahan AS — akan memberikan citra yang lebih “bertenaga” dibandingkan nama “Departemen Pertahanan” yang kesannya terlalu”defensif”.

Pergantian nama itu memberikan pesan yang lebih kuat akan “kesiapan dan kesiagaan”, menurut dokumen Gedung Putih seperti dilansir DW.

Sebenarnya Amerika Serikat pernah menggunakan nama Departemen Perang sampai tahun 1947, ketika US Congress melakukan konsolidasi terhadap Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara Amerika Serikat setelah Perang Dunia Kedua.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatPentagon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keamanan Jakarta Semakin Kondusif, WMSJ 2025 Siap Digelar Sesuai Jadwal Keamanan Jakarta Semakin Kondusif, WMSJ 2025 Siap Digelar Sesuai Jadwal
Tulisan selanjutnya Bekas Menlu Zambia Dihukum Penjara dan Kerja Berat karena Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?