Hidayatullah.com – Armada Global Sumud (GSF) yang menuju Gaza mengatakan salah satu kapal utamanya, “Family Boat”, diduga dihantam drone di lepas pantai Tunisia pada Selasa pagi.
Armada tersebut juga membagikan rekaman yang diambil dari kapal lain yang dikatakan “menunjukkan momen tepat saat Family Boat dihantam dari atas.” Rekaman hitam-putih itu tampak memperlihatkan sebuah benda yang terbakar jatuh ke atas perahu, memicu ledakan dan kebakaran.
Namun, otoritas Tunisia membantah klaim tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita negara Tunisia, TAP, Kementerian Dalam Negeri Tunisa membantah laporan bahwa kapal berbendera Portugis tersebut telah dihantam oleh pesawat nirawak saat berlabuh di luar pelabuhan Sidi Bou Said.
Kementerian tersebut mengatakan unit keamanan telah memeriksa lokasi kejadian dan memastikan bahwa kebakaran disebabkan oleh jaket pelampung yang terbakar. Api dengan cepat dipadamkan dan tidak menyebabkan cedera atau kerusakan material selain beberapa jaket yang terbakar, tambahnya.
Sejumlah bekas awak Madeleine, kapal bantuan kemanusiaan sebelumnya yang disita oleh militer ‘Israel’ pada bulan Juni juga ikut dalam armada Global Sumud. Di antaranya aktivis iklim Swedia Greta Thunberg, aktivis Yasemin Acar, aktivis Brasil Thiago Avila, dan aktivis Turki Suayb Ordu.
“Semua penumpang dan awak selamat,” bunyi pernyataan armada tersebut, seraya menambahkan: “Investigasi sedang berlangsung, dan ketika informasi lebih lanjut tersedia, akan segera dirilis.”
“Tindakan agresi yang bertujuan mengintimidasi dan menggagalkan misi kami tidak akan menghalangi kami. Misi damai kami untuk mengakhiri pengepungan di Gaza dan berdiri dalam solidaritas dengan rakyatnya terus berlanjut dengan tekad dan tekad yang kuat,” tambah Global Sumud.
“Sebuah pesawat nirawak terbang tepat di atasnya, melepaskan bom, lalu meledak, dan kapal terbakar,” ujar Acar, anggota komite pengarah, dalam sebuah pesan video di Instagram.
Armada Sumud Global, yang dinamai berdasarkan kata Arab yang berarti “keteguhan”, terdiri dari lebih dari 50 kapal yang mengangkut orang-orang dari berbagai negara, termasuk dokter, jurnalis, dan aktivis. Sekitar 150 aktivis – termasuk warga Tunisia, warga negara Turki, dan lainnya dari Eropa, Afrika, dan Asia – berpartisipasi dalam inisiatif ini.
Armada tersebut berlayar dari Barcelona pada akhir Agustus bersama dengan rombongan lain dari Genoa, Italia, dan diperkirakan akan meninggalkan Tunisia menuju Gaza pada hari Rabu. Aksi ini bertujuan untuk menembus blokade ‘Israel’ dan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) yang didukung PBB melaporkan pada 22 Agustus bahwa kelaparan telah melanda Gaza utara dan memperingatkan bahwa kelaparan dapat menyebar seiring berlanjutnya blokade ‘Israel’.
Perang genosida ‘Israel’ di Gaza memasuki hari ke-700 pada hari Jumat, dengan pasukan penjajah telah menewaskan lebih dari 64.500 warga Palestina. Kampanye militer tersebut telah menghancurkan daerah kantong tersebut, yang sedang menghadapi kelaparan.*




