Hidayatullah.com- Pemerintah Jerman menyuarakan kegeramannya setelah sebuah festival di Belgia membatalkan penampilan Munich Philharmonic. Penyelenggara festival menyebut larangan tampil itu berkaitan dengan sikap politik konduktor orkestra itu yang merupakan orang Israel.
Panitia Flanders Festival Ghent pada Rabu malam (10/9/2025) mengumumkan bahwa Munich Philharmonic tidak akan tampil pada tanggal 18 September sebagaimana dijadwalkan, mengatakan bahwa mereka prihatin dengan sikap konduktor orkestra itu Lahav Shani terhadap pemerintah Israel.
Dalam sebuah pernyataan, panitia mengatakan mereka “belum mendapatkan kejelasan perihal sikapnya [Shani] terhadap pemerintah Zionis Israel yangmereka sebut sebagai “rezim pelaku genosida”. Sebagimana diketahui, banyak organisasi peduli HAM dan International Association of Genocide Scholars sudah menyatakan bahwa peperangan Israel di Gaza merupakan sebuah genosida, tudingan yang ditampik pemerintah Israel dan Jerman.
“Kami memilih untuk menahan diri dari berkolaborasi dengan mitra-mitra yang tidak menjaga jarak sepenuhnya dari rezim tersebut,” kata pihak panitia, meskipun mereka menggarisbawahi bahwa Shani dulu beberapa kali pernah berbicara tentang perdamaian dan rekonsiliasi.
Shani, yang secara resmi akan mengambil alih posisi konduktor Munich Philharmonic untuk musim 2026/2027, saat ini masih menjabat direktur musik di Israel Philharmonic Orchestra yang terkenal itu.
Menteri Kebudayaan Wolfram Weimer menuding panitia festival itu “murni anti-Semit” dan menuding mereka melakukakn boikot kebudayaan yang disamarkan sebagai kritik terhadap Israel.“In murni anti-Semitisme dan merupakan serangan terhadap nilai-nilai dasar kebudayaan kami,” katanya, menyebutnya sebagai “preseden berbahaya”.
Weimer mengatakan garis merah sudah dilanggar apabila festival melarang keikutsertaan orkestra-orkestra Jerman dan Yahudi, lansir DW.
“Acara-acara kebudayaan Eropa tidak boleh menjadi tempat di mana kalangan anti-Semit mendikte acara itu. Jerman tidak akan menerima hal ini,” imbuhnya.
Weimer memuji Munich Philharmonic sebagai ‘kebanggaan kebudayaan Jerman’ dan memiliki kualitas tingkat dunia.
“Orang-orang yang menolaknya dan tidak memberikan tempat tampil kepada kepala kondukornya tidak mencederai Israel, melainkan kredibilitas mereka sendiri dan Eropa,” kata Weimer.
“Jerman sepenuhnya berada di sisi Munich Philharmonic dan Lahav Shani. Pesan kami jelas: Kami tidak akan membiakan orkestra kami atau seniman-seniman Yahudi dimarginalkan.”
Pihak orkestra dan pemerintah kota Munich juga mengkritik langkah panitia festival, menyebutnya sebagai hukuman kolelektif terhadap para seniman Israel dan mengatakan bahwa mengecualikan orang dari acara kebudayaan disebabkan asal atau agama mereka merupakan serangan terhadap nilai-nilai fundamental dan demokrasi.
Pada bulan Maret 2022, orkestra Munich Philharmonic sendiri membatalkan seorang maestro Rusia bernama Valery Gergiev dari jabatannya sebagai konduktor kepala karena dia tidak ikut mengecam invasi Moskow atas wilayah Ukraina.*




