Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Biar Murah Tesla Pilih Tenaga Kerja Migran daripada Warga Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 September 2025 14:01 2:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 September 2025 14:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Tesla, perusahaan mobil listrik yang dipimpin miliarder Elon Musk, digugat ke pengadilan dengan tuduhan lebih memilih menggunakan migran pemegang visa sebagai tenaga kerjanya daripada warga negara Amerika Serikat supaya biaya buruhnya lebih murah.

Menurut gugatan class action hari Jumat (12/9/2025) yang diajukan ke pengadilan federal San Fransisco, Tesla melanggar hukum hak sipil federal dengan caranya merekrut pekerja yang secara sistematis mendahulukan pemegang visa (pekerja migran) dan bukannya warga negara AS.

Gugatan itu mengatakan Tesla mengandalkan pemegang visa H-1B untuk pekerja trampil, termasuk pada tahun 2024 ketika perusahaan itu mempekerjakan sekitar 1.355 pemegang visa dan pada saat yang sama memberhentikan lebih dari 6.000 pekerja di dalam negeri AS, yang diyakini sebagian besar merupakan warga negara AS.

Tesla, yang berbasis di Austin, Texas, belum menanggapi permintaan komentar perihal gugatan tersebut, lapor Reuters.

Gugatan diajukan oleh pakar perangkat lunak Scott Taub dan pakr sumber daya manusia Sofia Brander, yang mengatakan Tesla menolak untuk mempekerjakan mereka setelah mengetahui bahwa mereka tidak memerlukan sponsorship untuk bekerja, yang mengindikasikan bahwa mereka adalah warga negara AS.

Baca Juga

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Taub mengatakan dia ditolak ketika melamar pekerjaan yang menurut pihak Tesla “hanya untuk pemegang visa H-1B” alias pekerja migran, dan dia tidak dipanggil untuk mengikuti wawancara kerja kedua.

Brander mengatakan bahwa Tesla tidak memanggilnya wawancara untuk dua pekerjaan meskipun sebelumnya dia sudah pernah dua kali bekerja di Tesla sebagai pegawai kontrak.

“Sementara pekerja pemegang visa hanya mencakup sebagian kecil dari pasar tenaga kerja Amerika Serikat, Tesla lebih memilih untuk mempekerjakan mereka daripada warga negara AS, karena perusahaan bisa membayar para pekerja pemegang visa itu dengan gaji lebih murah dibandingkan pakerja orang Amerika untuk melakukan pekerjaan yang sama, sebuah praktik di dunia industri yang dikenal sebagai ‘pencuriah upah’,” kata gugatan itu.

Gugatan tersebut mengutip pernyataan Musk di platform X pada 27 Desember 2024 tentang pamegang visa H-1B. Musk sendiri merupakan warga naturalisasi AS yang dilahirkan dan dibesarkan di Afrika Selatan pemegang visa kerja itu. “Alasan saya berada di Amerika bersama begitu banyak orang penting yang membangun SpaceX, Tesla dan ratusan perusahaan lainnya yang membuat Amerika menjadi kuat adalah karena H1B,” tulis Musk.

Tidak jelas bagaimana pihak penggugat akan membuktikan di pengadilan dugaan diskriminasi sistemik yang dilakukan Tesla dalam perekrutan dan pemberhentian pegawai.

Daniel Kotchen, seorang pengacara untuk salah satu penggugat, menolak untuk memberikan komentar, lapor Reuters.

Gugatan itu meminta ganti rugi bagi semua warga negara AS yang pernah melamar pekerjaan di Tesla di Amerika Serikat tetapi ditolak, atau pernah bekerja di Tesla AS dan kemudian diberhentikan.

Kasus Taub et al versus Tesla Inc, ini terdaftar di U.S. District Court, Northern District of California, dengan nomor 25-07785.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatTesla
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belanda Boikot Eurovision 2026 Jika Israel Ikut Jadi Peserta
Tulisan selanjutnya Paus Leo Perintahkan Uskup Katolik Tidak Sembunyikan Pelanggaran Seksual Para Pendeta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

5 Juni 2026 05:00
Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

4 Juni 2026 14:01
Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?