Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Trump Umumkan Biaya $100.000 untuk Visa Kerja H-1B

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 September 2025 16:21 4:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 September 2025 16:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hari Jumat (19/9/2025), mengumumkan bahwa biaya tahunan untuk permohonan visa kerja H-1B sebesar $100.000.

Visa kerja ini biasanya dipakai oleh tenaga kerja berketerampilan tinggi untuk bisa bekerja secara legal di AS untuk masa terbatas tiga tahun. Perusahaan-perusahaan teknologi di Amerika rutin menggunakan visa itu untuk mendatangkan para pekerja asing, yang kebanyakan berasal dari India dan China.

Pada 2025, lebih dari 70% pemohon visa yang disetujui berdasarkan program itu berasal dari India.

Setiap tahun, jumlah terbatas 85.000 visa ditawarkan dalam dua kategori. Saat ini pemohon visa membayar biaya murah untuk bisa mengikuti undian, dan apabila aplikasinya terpilih, mereka harus membayar biaya proses pembuatan visa. Perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing biasanya yang menanggung biaya-biaya tersebut.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan biaya visa baru ini bertujuan untuk menekan pihak perusahaan untuk merekrut dan melatih lebih banyak warga Amerika Serikat sendiri sebagai pegawai.

Baca Juga

Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

“Latih orang Amerika, Berhenti mendatangkan orang (asing) yang mengambil pekerjaan kita,” kata Lutnik seperti dilansir DW.

“Kita butuh pekerja. Kita butuh pekerja hebat, dan ini hampir dipastikan hal itu akan terjadi,” kata Trump dari ruang kerjanya di Oval Office.

Para pengkritik kebijakan keras Trump terhadap para pekerja asing berketerampilan tinggi menilai langkah itu justru akan mengurangi daya saing fi sektor industri teknologi, sementara perusahaan juga terbebani biaya tambahan jutaan dolar. Namun, sebagian lain menilai sistem yang ada sekarang perlu direformasi, karena marak penipuan dan sering diakali pihak perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja terampil dengan biaya murah.

Sejauh ini belum jelas bagaimana ketentuan baru itu akan mulai berlaku, atau apakah akan digugat ke pengadilan. Biaya visa biasanya ditetapkan oleh Kongres AS setelah melalui pertimbangan publik selama berbulan-bulan.

Menurut laporan CBS News, biaya visa AS saat ini berkisar antara $1.700 sampai di atas $4.000.

Menurut data pemerintah, Amazon dan unit usaha cloud computing AWS merupakan perusahaan dengan visa yang disetujui terbanyak pada 2025 yaitu mencapai 12.000. Sementara Microsoft dan Meta mencapai 5.000.

Selain mengumumkan biaya baru visa H-1B, pada kesempatan yang sama Trump mengumumkan program “Trump Gold Card” visa seharga $1 juta yang memberikan peluang kepada pemegangnya visa untuk bisa menjadi warga negara AS. Pihak perusahaan bisa mensponsori seseorang dalam program tersebut dengan biaya $2 juta.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatvisa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gegara Dukung Hamas dan Hizbullah, Kneecap Dilarang Masuk Kanada
Tulisan selanjutnya Bawa Anak ke Suriah Gabung ISIS 3 Wanita Prancis Diadili

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Jihad Santri di Era Modern

Terbaru

  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

20 Oktober 2026 13:24
Yahudi Haredi Wajib Militer
Berita

Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

20 Oktober 2026 13:10
Berita

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

19 Oktober 2026 16:57
Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

19 Oktober 2026 12:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?