Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bawa Anak ke Suriah Gabung ISIS 3 Wanita Prancis Diadili

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 September 2025 09:52 9:52 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 September 2025 09:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Tiga wanita Prancis mulai hari Senin (15/9/2025) diadili di Paris karena membawa anak-anaknya bepergian ke Iraq dan Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS dengan dakwaan berkaitan dengan terorisme.

Termasuk di antara terdakwa adalah Jennyfer Clain, 34, keponakan dari Jean-Michel dan Fabien Clain, dua pentolan ISIS yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror tanggal 13 November 2024 di Paris. Jean-Michel dan Fabien Clain divonis penjara seumur hidup secara in absentia tanpa pembebasan dini, dan mereka pada 2019 terbunuh dalam serangan udara, lansir AFP.

Di kursi terdakwa Jennyfer hadir bersama saudara iparnya Mayalen Duhart, dan Christine Allain yang merupakan ibu dari dua pria suami mereka dan nenek dari sembilan anak mereka.

Ketiga wanita tersebut dihadirkan dalam pengadilan khusus tanpa juri sebagai pemutus perkara, yang merupakan praktik standar dalam kasus terorisme di Prancis. Proses peradilan dijadwalkan berlangsung sampai 26 September, dan para terdakwa terancam hukuman sampai 30 tahun penjara.

Dalam berkas dakwaan, yang dikutip AFP, disebutkan bahwa kepergian ketiga wanita itu didorong oleh ideologi “jihad-salafi” yang sudah mereka pegang selama lebih dari 10 tahun.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Klan Clain

Para wanita itu merupakan bagian dari keluarga besar Clain, warga Prancis mualaf yang memiliki catatan kriminal. Klan itu terdiri dari lebih 20 anggota yang bermukim di dekat Toulouse, yang meninggalkan Prancis bersama para istri dab anaknya menuju Iraq dan Suriah antara tahun 2014 dan 2015.Ikut serta dalam rombongan itu Marie-Rosane Clain, tiga anaknya – termasuk Fabien dan Jean-Michel – serta beberapa cucunya, termasuk Jennyfer.

Jennyfer Clain mulai menempuh sekolah Islam sejak ayah tirinya, Mohamed Mongi Amri, menarik keluarga itu untuk pindah keyakinan memeluk Islam. Dia dinikahkan saat berusia 15 tahun supaya bisa dititipkan ke paman-pamannya di Mesir. Dia menikah dengan Kevin Gonot, seorang teman dari Fabien dan Jean-Michel Clain, yang kemudian menjadi anggota ISIS. Gonot sekarang sedang mendekam di dalam penjara di Iraq, di mana awalnya dia dijatuhi hukuman mati tetapi kemudian diperingan menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Pada 2014 Jennyfer Clain mengikuti Gonot pergi ke Raqqa, Syria, di mana ibunya Gonot, Christine Allain, juga tinggal. Christine menjadi mualaf beberapa tahun sebelumnya, setelah diperkenalkan dengan Al-Qur’an oleh putra tertuanya, Thomas Collange, yang juga mengajak pasangannya Mayalen Duhart untuk menjadi mualaf.

Mulai tahun 2004, Jennyfer dan Gonot beberapa kali bepergian ke Suriah dan menetap permanen pada 2014, tiga tahun setelah perang saudara pecah.

Pulang ke Prancis

Christine Allain, Jennyfer Clain, dan Mayalen Duhart pulang kembali ke Prancis pada 2019 bersama dengan sembilan anak berusia antara 3 dan 13 tahun. Setibanya di Prancis mereka dijerat dakwaan pidana.

Mereka sebenarnya secara resmi ditangkap dua bulan sebelumnya di Turki, di daerah perbatasan dengan Suriah. Selama dua tahun setelah kejatuhan Raqqa mereka hidup berpindah-pindah tidak menentu – suami-suami mereka sudah ditangkap.

Hakim penyidik memutuskan untuk menjerat ketiga wanita itu dengan dakwaan pidana karena mereka “bertahan cukup lama” bersama dengan kelompok ISIS.

Pihak jaksa penuntut berargumen bahwa Jennyfer Clain “berintegrasi dan berkontribusi demi kelangsungan ISIS”. Dia juga meyakini ideologi kelompok itu, menikmati fasilitas perumahan dan finansial yang diberikan ISIS dan terus berhubungan secara rutin dengan anggota-anggota ISIS selama mereka tinggal di perantauan.

Pada wawancara tahun 2021, Jennyfer mengklaim dia hanya melakukan kegiatan normal sehari-hari dan “tidak memiliki peran” di dalam ISIS, menegaskan bahwa dia hanya mengkhawatirkan empat anaknya.

Pengacaranya, Guillaume Halbique, berharap perubahan ideologi Jennyfer selama di dalam tahanan akan dipakai hakim dalam mempertimbangkan kasusnya.

Jennyfer Clain dan Mayalen Duhart dijerat dengan tuduhan mengabaikan tanggung jawab sebagai orangtua, tuduhan yang sejak 2017 dipakai jaksa penuntut untuk menjerat orangtua yang membawa anak mereka yang masih di bawah umur bepergian ke daerah konflik Iraq dan Suriah.

Para wanita itu dituduh dengan sengaja membawa anak-anak mereka, yang dilahirkan dan dibesarkan di Prancis, ke daerah konflik untuk bergabung dengan kelompok teroris, yang dengan demikian menyebabkan mereka terpapar dengan risiko seiru fisik maupun mental, termasuk trauma jangka panjang.

Kempat anak Jennyfer Clain, yang selalu kontak dengannya selama dia medekam dalam tahanan, akan menjadi pihak sipil dalam proses persidangan itu dan mereka diwakili oleh pengacaranya sendiri yang berbeda dengan pengacara ibunya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ISISPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trump Umumkan Biaya $100.000 untuk Visa Kerja H-1B
Tulisan selanjutnya Kanselir Merz Bilang Jerman Tidak Punya Masa Depan Jika Tanpa Orang Yahudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

15 Juli 2026 21:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?