Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Skandal Seks, Uang, dan Kekuasaan Mengguncang Kuil Shaolin di Tiongkok

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 September 2025 23:11 11:11 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 September 2025 23:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Tiongkok melancarkan tindakan tegas terhadap para biksu berpengaruh yang diduga menyalahgunakan dana kuil demi kepentingan pribadi. Penyelidikan ini membongkar skandal besar di Kuil Shaolin, pusat agama Buddha yang terkenal di dunia.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya Beijing untuk mengendalikan institusi keagamaan dan membawa transparansi dalam “ekonomi kuil” yang kini berkembang pesat. Menurut laporan The Guardian, sektor ini diperkirakan akan mencapai 100 miliar Yuan pada akhir tahun ini.

Sejarah industri keagamaan di Tiongkok sangat berliku. Pada tahun 1950-an, banyak biara kehilangan aset mereka, dan kuil-kuil rusak parah selama Revolusi Kebudayaan di tahun 1960-an dan 1970-an. Namun, setelah reformasi ekonomi pada 1980-an, kuil-kuil kembali populer dengan dukungan pemerintah melalui sektor pariwisata.

Kuil Shaolin, khususnya, muncul sebagai simbol kebangkitan ini. Kuil ini berubah menjadi pusat pariwisata dan menghasilkan keuntungan besar, mengubah wajah tradisi biara menjadi pusat komersial.

Tindakan tegas pemerintah dipicu setelah Kepala Biara Kuil Shaolin, Shi Yongxin, dituduh mengubah biara berusia 1.500 tahun itu menjadi sebuah “kerajaan komersial” bernilai ratusan juta yuan.

Baca Juga

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Shi, yang dijuluki “Biksu CEO”, diselidiki pada Juli lalu karena dugaan penyalahgunaan dana dan memiliki anak di luar nikah dengan beberapa wanita. Dalam waktu dua minggu, ia dicopot dari jabatannya dan statusnya sebagai biksu dicabut.

Ini bukan pertama kalinya Shaolin menimbulkan kontroversi. Pada 2015, kuil itu dikritik keras karena mengajukan proposal pembangunan kompleks kuil senilai hampir 300 juta dolar AS yang mencakup lapangan golf, hotel, dan sekolah kung fu.

Dalam wawancara dengan BBC di tahun yang sama, Shi menolak tuduhan korupsi dan hubungan gelap. “Jika memang ada masalah, itu pasti sudah terbongkar sejak lama,” katanya.

Shi Yongxin bukan satu-satunya biksu yang menghadapi tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Pada Agustus lalu, video viral menunjukkan para biksu di Kuil Lingyin, Hangzhou, sedang menghitung uang tunai dalam jumlah besar.

Pada Juli, seorang biksu lain, Wu Bing, juga dicopot gelarnya dan diselidiki setelah diduga menyalahgunakan dana sumbangan publik. Wu dilaporkan meminta donasi dengan dalih membantu wanita hamil tanpa suami dan anak-anak miskin. Namun, dana itu sebenarnya digunakan untuk pengeluaran pribadi yang mewah.

Para pengamat melihat tindakan tegas pemerintah ini bukan hanya sekadar upaya membersihkan citra agama, tetapi juga upaya untuk merestrukturisasi ekonomi kuil yang semakin menggiurkan. Hal ini bertujuan mencegah institusi agama menjadi alat untuk meraup kekayaan atas nama amal dan spiritual.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BiksuKuil ShaioinTiongkok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rodrigo Duterte Dikenai Dakwaan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Tulisan selanjutnya Pidato Prabowo di PBB: Indonesia Siap Akui ‘Israel’ jika Palestina Merdeka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?