Hidayatullah.com–Penerbit buku Islam Pustaka Al-Kautsar tahun ini memasuki usia 36 tahun. Sebuah rentang waktu yang panjang bagi sebuah penerbitan buku Islam, di tengah lesunya dunia literasi dan rendahnya tingkat baca masyarakat.
Di usia ke-36 tahun, penerbit dari Jakarta ini meluncurkan buku otobiografi Tohir Bawazir, seorang tokoh pegiat literasi, praktisi perbukuan, penulis, dan pemilik Pustaka Al-Kautsar.
Dalam acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu (20/9) di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Pustaka Al-Kautsar menerbitkan otobiografi Tohir Bawazir berjudul “Menerbitkan Kebenaran: Memilih Jalan Tengah dalam Arus Dinamika Dakwah di Indonesia.”
Hadir dalam milad dan launching buku itu para tokoh literasi, penulis, penerjemah, dan pegiat literasi lainnya, di antaranya Aris Hilman (Ketua Umum IKAPI Pusat), Zainal Muttaqin (aktifis pergerakan), KH Abdullah Zaidi (tokoh Al-Irsyad), Ahmad Annuri (tokoh Dewan Dakwah), AM Waskito (penulis), Surya Fachrizal (jurnalis dan Youtuber), Rahmat Ramadhan (Ketua LPPI), dan para tokoh-tokoh ormas Islam lainnya.
Dalam acara itu, Pustaka Al-Kautsar memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh, seperti H. Tamsil Linrung (tokoh nasional peduli literasi), Hartono A. Jaiz (penulis buku senior), Handri Satria (komikus best seller), Kathur Suhardi (penerjemah Senior), Hadi Nurkholis (karyawan berdedikasi), dan Ismail Bawazir (perancang gedung Al-Kautsar).
Launching buku diiringi dengan diskusi yang menghadirkan Hikmat Kurnia (Ketua IKAPI DKI Jakarta), Faris BQ (CEO Imanpath), dan Hadi Nur Ramadhan (Founder Pusdok Tamaddun Indonesia).
Dalam sambutannya, Tohir Bawazir menyebut upaya menerbitkan otobiografi ini sebagai upaya merekam jejak perjalanan Pustaka Al-Kautsar sebagai penerbit buku Islam yang ikut andil dalam arus dinamika dakwah di Indonesia.
Tak sekadar menceritakan tentang sosok pribadi penulis, otobiografi ini juga menyuguhkan kepada pembaca lika-liku dunia dakwah di Indonesia, sekaligus cerita-cerita di balik layar tentang itu. “Buku ini menampilkan dua wajah, Tohir Bawazir sebagai pendiri dan Pustaka Al-Kautsar sebagai saran jihad literasi umat,” ujarnya.
Ketua IKAPI DKI Jakarta, Hikmat Kurnia, dalam bedah buku itu mengapresiasi perjalanan panjang Pustaka Al-Kautsar dalam dunia literasi, dan menyebut upaya ini harus ditiru oleh para penerbit Islam lainnya.
Sementara Faris BQ dan Hadi Nur Ramadhan menegaskan pentingnya literasi sebagaimana rekam jejak Rasulullah SAW dan para tokoh di negeri ini yang juga peduli pada literasi.
Lahirnya buku ini diharapkan bisa memacu semangat umat Islam untuk mencerdaskan umat lewat jihad melalui pena dan penerbitan. (AW)




