Hidayatullah.com– Sejumlah ulama dan lembaga keagamaan dari berbagai negara Arab dan dunia Islam menegaskan sikap penolakan mereka terhadap rencana “perdamaian ala Donald Trump” yang dinilai menguntungkan penjajah Israel dan merugikan perjuangan rakyat Palestina.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang disebarkan melalui akun @palscholars48, mereka menegaskan bahwa “tidak akan ada solusi sejati kecuali dengan mendukung perlawanan dan menolak dominasi Amerika Serikat serta sekutunya.”
Pernyataan itu ditandatangani puluhan lembaga Islam, mulai dari Hai’ah Ulama Palestina, Asosiasi Ulama Maghreb, Persatuan Ulama Afghanistan, Asosiasi Ulama Malaysia, hingga lembaga dari Turki, Iran, dan Yaman, serta lebih dari 60 tokoh ulama internasional.
Amerika Bukan Mediator Netral
Dalam isi pernyataannya, para ulama menekankan bahwa Amerika Serikat sejak lama menjadi “pilar utama” dalam mendukung Israel, baik secara politik, ekonomi, maupun militer. Mereka menilai agresi di Gaza tidak mungkin terjadi tanpa dukungan senjata dan dana dari Washington.
“Tidak ada yang lebih menyesatkan daripada menganggap Amerika sebagai penengah netral. Sejarah membuktikan, Amerika selalu menjadi sekutu utama Israel,” demikian bunyi salah satu butir pernyataan berjudul “Bayān ‘Ulamā al-Ummah ḥaul Mawāqif ad-Duwal al-‘Arabiyyah wal-Islāmiyyah min Khutthah Trump” ini.
Kritik terhadap Negara Arab dan Islam
Pernyataan itu juga mengecam sejumlah negara Arab dan Islam yang dinilai terburu-buru menyambut atau mendukung rencana Trump tanpa melibatkan rakyat Palestina dan kelompok perlawanan. Menurut para ulama, langkah itu sama saja menekan pejuang Palestina dan melemahkan semangat rakyat Gaza.
“Seharusnya negara-negara berdiri mendukung para mujahid dan rakyat yang berjuang, bukan justru menjadi cambuk di punggung mereka,” tegas para penandatangan.
Seruan untuk Umat Islam
Para ulama menyerukan agar umat Islam di seluruh dunia tidak tinggal diam, melainkan terus memberikan dukungan nyata bagi Gaza. Dukungan itu disebutkan bisa berupa doa, diplomasi, bantuan kemanusiaan, hingga tekanan politik terhadap pemerintah masing-masing agar menolak normalisasi dengan Israel.
“Setiap sikap yang tidak berpihak kepada perlawanan adalah pengkhianatan terhadap umat dan penyimpangan dari kewajiban syar’i,” kata pernyataan itu.
Konteks Politik Global
Rencana 21 poin Donald Trump untuk mengelola Gaza, yang mensyaratkan Hamas pejuang melucuti senjata, membebaskan tawanan, dan menjadikan Gaza kawasan tanpa militer di bawah pengawasan internasional, dinilai para ulama sebagai upaya untuk mengekalkan penjajahan.
Selain itu, kehadiran Tony Blair sebagai salah satu figur asing yang ditugaskan dalam inisiatif itu juga dianggap menambah kecurigaan bahwa agenda ini lebih berpihak pada Barat.
Para ulama menegaskan kembali komitmen mereka untuk berdiri bersama rakyat Gaza. “Kami bersama rakyat Palestina, bersama perlawanan, bersama para mujahid yang menjaga tanah suci umat. Setiap bentuk kompromi yang mengorbankan hak rakyat Palestina adalah bentuk penyerahan diri yang tidak akan kami terima,” demikian kutipan pernyataan mereka.*
Inilah Isi Pernyataan Lengkap Ulama Dunia Menolak Usulan Damai ala Donald Trump terhadap Palestina




