Hidayatullah.com– Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS) atau juga dikenal Dewan Tinggi Rabithah Ulama Al-Muslimin secara resmi menolak keras rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikenal sebagai “Rencana Gaza 20 Poin” yang dianggap sebagai upaya untuk menghapus perjuangan dan hak-hak rakyat Palestina. Pernyataan resmi ini menegaskan bahwa rencana tersebut bertujuan mengusir bangsa Palestina dari tanah mereka dan mengakhiri isu Palestina secara total.
IUMS menyoroti bahwa rencana Trump tidak akan menghentikan peperangan terhadap umat Islam di Palestina maupun di wilayah lain. “Tujuan mereka berperang adalah untuk menolak manusia dari agama Allah,” demikian pernyataan IUMS mengutip Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 217.
Mereka menyayangkan adanya syarat dari Donald Trump terkait pencabutan senjata perlawanan dan pengejaran para mujahidin, yang dianggap mewakili umat Islam dalam jihad membela diri.
“Barang siapa mengira dengan menyetujui rencana ini akan aman, ia keliru,” tegas IUMS, mengutip ayat Al-Baqarah 120. IUMS memperingatkan bahwa Amerika dan musuh-musuh Islam tidak akan melindungi mereka yang bersikap lunak terhadap musuh, demikian dalam pernyataan baru yang dirlis di akun Telegram, hari Rabu, 1 Oktober 2025 M/ 9 Rabiul Akhir 1447 H.
Tetap Mendukung Pejuang Palestina
Sikap IUMS juga menekankan bahwa legalitas memerangi musuh di Palestina bukan berdasarkan hukum internasional melainkan merupakan perintah Allah sendiri. Mereka mengutip ayat dari Surat At-Taubah yang mengatur kewajiban memerangi pihak yang memerangi umat Islam.
Pernyataan tersebut mengutuk keras pemimpin umat Islam yang mendukung rencana Trump dan menuduh mereka mengalihkan kesalahan atas pembantaian umat Islam kepada para mujahidin yang justru berjuang membela tanah air mereka. “Para mujahid berperang dengan harapan rahmat Allah,” tulis IUMS mengutip Al-Baqarah ayat 218.
Lembaga ini juga mengatakan, syarat melucuti kelompok pejuang bersenjata adalah syarat tidak masuk akal. Sebab selama ini merekalah yang mewakili berjihad melawan musuh-musuh Palestina.
“Syarat pelucutan senjata perlawanan (muqāwamah) dan pengejaran para mujahidin hanyalah karena mereka mewakili umat dalam jihad melawan musuh-musuhnya,” ujarnya.
Umat Islam harus menjadikan pelajaran sejarah dari apa yang terjadi pada Muslim di Andalusia ketika penguasa Granada berdamai dengan raja-raja Kastilia dan Aragon. Bagaimana mereka berkhianat terhadap Muslim setelah Spanyol menguasai mereka, ketika Muslim menyerahkan senjata mereka, dan semua persyaratan yang ada dilanggar.
Menurut IUMS, sejarah penuh dengan pemandangan pengkhianatan setelah Muslim menyerahkan senjata mereka kepada musuh. Jika orang Yahudi telah melanggar perjanjian mereka dengan Rasulullah ﷺ, lalu apa yang bisa diharapkan dari mereka terhadap selain Rasulullah ﷺ?
IUMS juga mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dan tidak menjalin persahabatan dengan mereka dengan mengutip Al-Ma’idah ayat 51-52 dalam hal ini. Rencana Trump yang mensyaratkan tunduk pada musuh dinilai sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan umat Islam dan Palestina.
“Meskipun Rencana Trump berbahaya dan berupaya melenyapkan isu Palestina, kami tidak mengurangi hak para pemimpin Perlawanan dan rakyat Gaza untuk menilai mana yang terbaik bagi realitas mereka. Mereka adalah penjaga benteng (ahlul tsughūr), dan yang paling tahu tentang kepentingan mereka. Kewajiban hari ini adalah mendukung mereka, bukan mengacaukan mereka , dan memberikan nasihat tanpa menjadi sumber tekanan atau pengkhianatan,” tulis pernyataan itu.
Lembaga ulama berkantor di Qatar ini mengingatkan janji Allah akan kemenangan dan pembebasan Palestina di masa depan dengan mengutip sejumlah ayat Alquran yang menegaskan bahwa kemenangan adalah hak bagi mereka yang setia kepada Allah dan Rasul-Nya.
Selain itu, IUMS mengungkapkan kekecewaan terhadap sikap munafik yang terlihat dalam tragedi Gaza, yang menurut mereka telah memperlihatkan ketidaksungguhan sebagian pihak dalam mendukung umat Islam. Mereka mengutip surat Al-Anfal ayat 49 dan Al-Ahzab ayat 11-13 untuk menegaskan hal tersebut.
Pernyataan IUMS juga menyebutkan adanya kolaborasi antara musuh-musuh Islam dan orang munafik untuk mengusir umat Islam dari tanah mereka. Dengan demikian, mendukung atau menyetujui rencana Trump akan menjadi suatu bentuk pengkhianatan.
Sebagai penutup, IUMS menguatkan para mujahidin Palestina dengan janji Allah bahwa kemenangan dan ketenangan akan datang bagi mereka yang tetap berjuang di jalan Allah. Pernyataan ini menjadi ajakan bagi seluruh umat Islam untuk mendukung perjuangan Palestina secara penuh dan waspada terhadap rencana-rencana yang merugikan bangsa Palestina dan umat Islam secara umum.
Berikut 10 poin utama pernyataan Persatuan Ulama Muslim Internasional:
- Rencana Trump bertujuan menghapus perjuangan Palestina dan mengusir rakyat dari tanah mereka.
- Rencana tersebut tidak akan menghentikan peperangan melawan umat Islam.
- Syarat pencabutan senjata perlawanan adalah pengkhianatan terhadap jihad umat Islam.
- Pemimpin yang mendukung rencana ini mengalihkan kesalahan pembantaian ke mujahidin.
- Setuju pada rencana tidak menjamin perlindungan dari musuh.
- Legalitas memerangi musuh berasal dari perintah Allah, bukan hukum internasional.
- Umat Islam dilarang menjalin persahabatan dengan musuh Allah, termasuk Yahudi dan Nasrani.
- Sikap munafik selama tragedi Gaza memperlihatkan pengkhianatan.
- Kolaborasi musuh dan munafik berusaha mengusir umat Islam dari tanahnya.
- Janji Allah menyatakan kemenangan bagi para mujahidin yang setia.
Persatuan Ulama Muslim Internasional mengimbau seluruh umat Islam untuk tetap solid menolak rencana tersebut dan mendukung penuh perjuangan Palestina.*




