Hidayatullah.com – Pada hari Ahad, Suriah menggelar Pemilu Parlemen pertama sejak tumbangnya rezim Bashar Al-Assad. Sebanyak 1.578 kandidat, termasuk 200 perempuan mencalonkan diri untuk kursi di Parlemen.
“1.578 kandidat bersaing memperebutkan 210 kursi di Majelis Rakyat, dengan 14 persen kandidat adalah perempuan,” kata Kantor Berita Arab Suriah (SANA), Ahad (05/10/2025).
Media pemerintah tersebut menyebut sekitar 8000 orang yang dipilih oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat Republik Arab Suriah telah memilih 140 anggota Parlemen. Sedangkan 70 anggota Parlemen sisanya akan ditunjuk langsung oleh Presiden Suriah, Ahmad Al-Sharaa.
Al-Sharaa, menurut laporan media setempat, dikabarkan sempat pusat pemungutan suara Perpustakaan Nasional di Damaskus untuk mengamati proses pemilihan.
Juru bicara Komite Pemilihan Umum, Nawar Najma, mengatakan pemungutan suara awalnya dijadwalkan berakhir pukul 12.00 waktu setempat (09.00GMT), tetapi dapat diperpanjang hingga pukul 16.00 (13.00GMT) untuk mengakomodasi semua pemilih yang memenuhi syarat.
Hasil pemilu diperkirakan akan diumumkan pada konferensi pers pada hari Senin atau Selasa.
Sejak Assad digulingkan pada akhir 2024, pemerintahan transisi Suriah telah mengupayakan reformasi politik dan ekonomi sambil mempromosikan kohesi sosial dan memperluas kerja sama dengan mitra regional dan internasional.
Assad, diktator Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia Desember lalu, mengakhiri rezim Partai Baath, yang telah berkuasa sejak 1963. Pemerintahan transisi baru yang dipimpin Ahmad Al-Sharaa kemudian dibentuk pada bulan Januari.*




