Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

AIPAC Kian Ditinggalkan, Politisi Demokrat AS Tolak Donasi Lobi Pro-’Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2025 12:35 12:35 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Oktober 2025 12:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Sejumlah anggota Partai Demokrat Amerika Serikat mulai menjauh dari kelompok lobi Yahudi paling berpengaruh di Washington,  American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), di tengah menurunnya dukungan publik terhadap ‘Israel’ dan meningkatnya kritik atas genosida di Gaza.

Dalam laporan  Mondoweiss, media pro-hak kebebasan Palestina yang didiran wartawan keturunan Yahudi-AS mengumumkan bahwa ia akan  mengembalikan semua sumbangan politik yang pernah diterima dari AIPAC  dan menolak dukungan kelompok tersebut ke depan.

“Dalam beberapa tahun terakhir, AIPAC terlalu dekat dengan pemerintahan Netanyahu. Saya tetap teman ‘Israel’, tapi bukan teman pemerintahnya yang sekarang. Karena itu saya memutuskan untuk mengembalikan donasi yang saya terima dan tidak akan menerima dukungan mereka,” demikian anggota Kongres  Seth Moulton dari Massachusetts dalam pernyataannya, Kamis (16/10/2025).

“Pernyataan Moulton adalah bentuk penyerahan diri terhadap tekanan ekstrem. Ia meninggalkan teman-temannya demi mencari perhatian,” kata juru bicara AIPAC,  Marshall Wittmann, ditulis jurnalis Mondoweiss Michael Arria.

Langkah Moulton mengejutkan banyak pihak karena selama ini ia dikenal sebagai politisi pro-’Israel’. Ia mendukung Undang-Undang Kesadaran Antisemitisme dan mengecam kampusnya, Harvard, karena pernyataan mahasiswa yang mengkritik kebijakan ‘Israel’.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Namun, kini ia menjadi  politisi Demokrat keempat  yang menolak dana dari AIPAC setelah sebelumnya langkah serupa diambil oleh  Morgan McGarvey (Kentucky) ,  Valerie Foushee (Carolina Utara) , dan  Deborah Ross (Carolina Utara) .

Perubahan sikap ini terjadi di tengah merosotnya dukungan publik terhadap ‘Israel’. Menurut survei New York Times–Siena University pada September lalu, hanya 34 persen pemilih AS yang mendukung ‘Israel’, turun dari 47 persen setelah 7 Oktober 2023.

Media tersebut menyebutnya sebagai “pembalikan besar dalam opini publik Amerika.”

Konsultan politik Demokrat  Peter Feld  menilai keputusan Moulton menunjukkan bahwa AIPAC kini “radioaktif secara politik.”

Ia mengatakan kepada  Mondoweiss, “Voters tidak hanya ingin politisi menolak AIPAC, tapi juga ingin mereka benar-benar menentang tindakan ‘Israel’ yang menindas rakyat Palestina.”

Pandangan serupa disampaikan oleh  Eli Clifton, penasihat senior di Quincy Institute for Responsible Statecraft. Menurutnya, tren penolakan terhadap dana AIPAC bisa menjadi isu besar dalam  pemilu sela 2026 , meskipun kelompok tersebut masih memiliki kekuatan finansial besar.

“Sebagian kandidat akan menolak uang AIPAC, tapi yang lain mungkin tetap menerimanya untuk membiayai kampanye mereka,” ujarnya.

Isu lobi AIPAC juga menjadi sorotan dalam kontestasi politik di  Distrik ke-1 Missouri , tempat mantan anggota Kongres  Cori Bush  mencalonkan diri kembali setelah kalah dari  Wesley Bell  pada 2024. Dalam pemilihan sebelumnya, AIPAC menggelontorkan  8,5 juta dolar AS  untuk mendukung Bell.

Bush menegaskan bahwa ia mencalonkan diri kembali karena ingin mewakili rakyat, bukan kepentingan donor kaya. “St. Louis pantas mendapatkan pemimpin yang tidak menunggu izin dan tidak tunduk pada penyandang dana,” ujarnya dalam video kampanye perdananya.

Analis politik Missouri  Braxton Payne mengatakan kepada Jewish Insider bahwa isu Gaza dan Palestina akan menjadi tema utama kampanye Bush.

“Ada pergeseran besar dalam pandangan publik terhadap konflik di Gaza dan Palestina, dan itu akan menjadi narasi utama yang ia usung,” katanya.

Langkah sejumlah politisi Demokrat menjauh dari AIPAC mencerminkan pergeseran signifikan dalam politik AS, di mana dukungan tanpa syarat terhadap ‘Israel’ tidak lagi dianggap aman secara politik. Seiring meningkatnya kritik terhadap perang di Gaza, tekanan dari pemilih progresif dan kelompok pro-HAM tampaknya mulai mengubah arah kebijakan partai tersebut.*   

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AIPACAmerican Israel Public Affairs CommitteeAmerika Serikatgazagenosida GazaLobi YahudipalestinaPartai Demokrat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Gelar Operasi Penumpasan Terbesar Melawan Milisi Penghianat di Gaza
Tulisan selanjutnya Operasi Sunyi Menggoyang Legitimasi Ulama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Berita
27 Agustus 2026 12:13
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?