Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jusuf Kalla: Dai Harus Ajarkan Agama dan Kemampuan, Bukan Hanya Ibadah

Bambang S
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2025 11:01 11:01 am
Bambang S
Dipublikasikan 24 Oktober 2025 12:30
Bagikan
Jusuf Kalla Dai Harus Ajarkan Agama dan Kemampuan, Bukan Hanya Ibadah
Bagikan

Hidayatullah.com – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla, menegaskan pentingnya peran dai dalam membangun umat secara utuh tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam peningkatan kemampuan ekonomi dan produktivitas masyarakat.

Daftar isi
  • Apresiasi Hidayatullah
  • Mampu Bukan Sekadar Kaya
  • Dakwah yang Produktif
  • Tantangan sekaligus Peluang
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hal itu disampaikan JK dalam sambutan di penutupan Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Hidayatullah, yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede Oktober dari tanggal 20 sampai 23 tahun 2025.

“Kader Hidayatullah harus diberikan dua modal: ilmu agama dan ilmu untuk memajukan masyarakat. Ilmu agama berbicara tentang keimanan dan akhlak, tapi kemajuan hanya bisa dicapai dengan semangat, ilmu, dan teknologi,”ujar Jusuf Kalla di hadapan peserta Munas.

Apresiasi Hidayatullah

Dalam refleksinya, JK mengapresiasi kiprah panjang Hidayatullah yang telah berjuang selama setengah abad dari bawah. Ia menyebut perjuangan para dai yang tersebar di pelosok Indonesia sebagai amal ibadah luar biasa.

“Saya baca buku tentang para dai Hidayatullah yang ditempatkan di daerah-daerah terpencil. Bagaimana mereka memulai, mengajak orang mengaji, dan membangun masyarakat. Semua itu adalah amal ibadah yang besar,” ungkap

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Menurut JK, kekuatan Hidayatullah justru terletak pada semangat dakwah yang dimulai dari daerah pinggiran, bukan dari pusat kota. “Hidayatullah berada di antara NU dan Muhammadiyah. Cara berjuangnya mendekati keduanya, tapi punya ciri khas selalu mulai dari bawah,” ujarnya.

Mampu Bukan Sekadar Kaya

JK menyoroti bahwa kemajuan umat Islam tidak hanya ditentukan oleh jumlah penduduk atau kesalehan individu, melainkan juga oleh kemampuan ekonomi dan penguasaan ilmu pengetahuan.

“Tidak ada orang membayar zakat tanpa mampu. Tidak ada orang naik haji tanpa mampu,” tegasnya. “Karena itu, umat harus bersemangat bukan hanya beribadah, tapi juga bekerja meningkatkan kualitas hidup,” sambung JK.

Ia mengingatkan bahwa rukun Islam tidak berhenti pada syahadat, shalat, dan puasa. “Kita sering baru melaksanakan tiga rukun Islam, belum lima. Untuk bisa menunaikan zakat dan haji, kita harus mampu. Jadi tugas dakwah juga memampukan masyarakat,” kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu.

Dakwah yang Produktif

JK menekankan pentingnya pola dakwah yang tidak berhenti pada pengajaran Al-Qur’an semata, tetapi juga mendorong produktivitas masyarakat.

“Para dai jangan hanya mengajarkan Al-Qur’an, tapi juga bagaimana rakyat bisa meningkatkan hasilnya. Ajarkan juga bertani, berkebun, berusaha,” ujarnya. “Itulah yang memajukan umat. Dulu misionaris maju di Papua dan Toraja karena mereka juga mengajarkan kemampuan dan kesehatan masyarakat.” ungkap JK.

Ia juga menyinggung tentang pentingnya pendidikan yang terintegrasi antara ilmu agama dan ilmu praktis. “Kalau Hidayatullah membangun sekolah yang baik dan berkualitas, pemerintah pasti akan mendukung. Karena pendidikan yang berkualitas akan membawa kemajuan,” kata JK mencontohkan pengalaman sekolah Muhammadiyah di Australia yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat.

Tantangan sekaligus Peluang

Dalam bagian akhir pidatonya, JK menyoroti kesenjangan ekonomi antara umat Islam dan kelompok lain di Indonesia. “Kita bangsa dengan umat Islam terbesar di dunia, tapi ekonomi kita masih lemah. Dari sepuluh orang terkaya di Indonesia, hanya satu yang Muslim. Ini realitas yang harus diubah,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa dakwah amar makruf nahi mungkar harus dilakukan dengan hikmah dan disertai kerja nyata. “Zikir saja tidak cukup tanpa amal nyata. Kita diperintahkan bertebaran di muka bumi mencari rezeki dan rahmat Allah,” katanya.

Menutup pesannya, Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi atas kiprah Hidayatullah yang genap berusia 50 tahun. “Setengah abad bukan waktu yang sebentar. Pengalaman Hidayatullah dalam mendidik umat luar biasa. Saya berharap ke depan, organisasi ini terus berperan besar dalam membangun keimanan sekaligus memajukan kemampuan umat,” pungkasnya.

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jusuf KallaMunas HidayatullahMunas VI Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rabbi Dallas yang Sebar Berita Palsu Soal Pemerkosaan Hamas Ditangkap karena Dugaan Pelecehan Anak
Tulisan selanjutnya BPKN Panggil Direksi Aqua, Selidiki Dugaan Sumber Air dari Sumur Bor, Bukan Air Pegunungan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?