Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Starbucks Indonesia Catat Kerugian 37 % di 9 Bulan, Isu Boikot Muncul sebagai Faktor

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 November 2025 10:22 10:22 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 November 2025 10:20
Bagikan
Starbucks Malaysia
Bagikan

Hidayatullah.com– ‎PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB), emiten pengelola gerai Starbucks di Indonesia, melaporkan kerugian bersih sebesar Rp 108,69 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2025, naik dari kerugian sebesar Rp 79,13 miliar pada periode yang sama tahun lalu—mencapai kenaikan sekitar 37,36 %, kutip CNBC Indonesia.

Perusahaan juga mencatat penurunan pendapatan menjadi sekitar Rp 2,35 triliun, dari Rp 2,42 triliun pada periode sebelumnya.

Manajemen MAPB memberikan tanggapan pada kondisi ini. Dalam keterbukaan publik, pihak perusahaan menyatakan bahwa tantangan tidak hanya datang dari tekanan biaya dan kondisi pasar, tetapi juga dari sentimen publik.

“Jadi memang dampak boikot ini kan memang masih berlangsung sampai sekarang, ” kata VP Investor Relations Corporate Communications Ratih D. Gianda dikutip laman MetroTVNews.

Sentimen boikot dan pengaruh ke kinerja

Kumparan mencatat bahwa MAPB “terimbas aksi boikot” ketika merugi Rp 22,23 miliar pada kuartal I 2024. Sementara itu, laporan Tempo menyebut bahwa sejumlah gerai Starbucks melakukan penutupan sebagai respons terhadap dampak boikot.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Meskipun demikian, korelasi langsung antara kerugian MAPB dan boikot tidak secara eksplisit dijabarkan oleh perusahaan. Analisis menunjukkan bahwa kerugian terjadi di lingkungan bisnis yang kompleks—meliputi faktor seperti rendahnya daya beli konsumen, persaingan yang intens, dan tekanan biaya operasional.

Kasus MAPB menyoroti bahwa merek global seperti Starbucks, yang berbisnis di Indonesia melalui entitas lokal, dapat terkena dampak dari sentimen publik yang terkait isu geopolitik — bahkan jika secara operasional mereka berbasis di dalam negeri.

Hal ini memperingatkan pelaku industri bahwa risiko reputasi bisa berdampak nyata ke keuangan. Sementara MAPB menghadapi kerugian dan tantangan reputasi, para pengamat menyarankan agar perusahaan memperkuat transparansi brand‑by‑brand, meningkatkan efisiensi, serta memperjelas posisi operasional lokal agar konsumen memahami bahwa bisnis ini berbasis Indonesia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:boikotboikot YahudiPT MAP Boga Adiperkasa Tbkstarbucks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Senior Jamiat Ulema‑e‑Islam Pakistan Tewas Ditembak di Charsadda
Tulisan selanjutnya (Video) Tentara ‘Israel’ Menari di Sekolah Gaza setelah Usir Keluarga Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Berita
29 Agustus 2026 19:05
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?