Hidayatullah.com – Sedikitnya 1.000 pesawat kargo militer dari Barat telah mendarat di ‘Israel’ sejak dimulainya genosida terhadap Palestina di Jalur Gaza pada 2023. Sekitar 120.000 ton bantuan militer telah diterima ‘Israel’, menurut Anadolu.
Hal itu diumumkan Kementerian Pertahanan ‘Israel’ pada Rabu (19/11/2025). Pengumuman ini muncul di saat beberapa pemerintah Barat mengkritik tindakan ‘Israel’ dan memberlakukan pembatasan ekspor senjata.
Spanyol mengeluarkan dekrit kerajaan pada bulan September yang memberlakukan embargo senjata penuh terhadap ‘Israel’, sementara tahun lalu Inggris, Jerman, dan Kanada memberlakukan pembatasan pengiriman senjata.
“Pesawat ke-1.000 dalam operasi pengangkutan udara peralatan dan senjata militer komprehensif, yang dimulai segera setelah pecahnya perang, telah mendarat di Israel,” menurut pernyataan kementerian, yang menyebut operasi tersebut “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam sejarah Israel.
Pesawat yang membawa kiriman besar peralatan militer tersebut diterima oleh Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Amir Baram, kata kementerian tersebut.
“Hingga saat ini, lebih dari 120.000 ton peralatan militer, amunisi, sistem persenjataan, dan perlengkapan pelindung telah ditransfer ke Israel melalui 1.000 pesawat dan sekitar 150 kapal laut,” tambah pernyataan tersebut.
Pernyataan tersebut tidak merinci asal pasti pengiriman tersebut. Namun, disebutkan bahwa operasi tersebut dikelola bersama oleh Direktorat Pengadaan Kementerian Pertahanan, melalui Unit Transportasi Pertahanan Internasional, misi kementerian di AS dan Berlin, Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Kekuatan Angkatan Darat, dan Angkatan Udara Israel.
Sebuah laporan bulan Oktober oleh Quincy Institute for Responsible Statecraft yang berbasis di Washington menyatakan bahwa AS telah memberikan bantuan militer kepada ‘Israel’ setidaknya $21,7 miliar sejak dimulainya genosida Gaza dua tahun lalu.
Setelah Oktober 2023, AS memberikan bantuan militer sebesar $17,9 miliar selama masa jabatan mantan Presiden Joe Biden, dan $3,8 miliar di bawah Presiden Donald Trump saat ini, menurut laporan tersebut. Sebagian dari bantuan tersebut telah dikirimkan, sementara sisanya akan tiba dalam beberapa tahun mendatang.
Laporan tersebut menyatakan bahwa ‘Israel’ tidak akan dapat melanjutkan genosida di Gaza tanpa dukungan AS.
Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah membunuh hampir 70.000 orang di Gaza, sebagian besar wanita dan anak-anak, melukai lebih dari 170.000 orang, dan menghancurkan sebagian besar daerah kantong itu menjadi puing-puing.*




