Hidayatullah.com – Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam telah menandatangani kesepakatan senjata senilai $2,3 miliar (setara Rp28,5 triliun) dengan produsen senjata ‘Israel’ Elbit Systems, menurut laporan media Prancis Intelligence Online awal pekan ini.
Kesepakatan tersebut telah diumumkan bulan lalu oleh Elbit Systems, tetapi identitas pembeli dirahasiakan.
Elbit, yang fasilitasnya di Inggris dan Eropa sering menjadi target protes pro-Palestina, memproduksi sejumlah peralatan militer ‘Israel’ yang paling canggih, termasuk sistem tanpa awak dan sensor udara.
Menurut Intelligence Online, UEA membeli versi canggih dari sistem perlindungan pesawat J-Music milik Elbit.
Sistem ini mengandalkan teknologi laser canggih untuk menonaktifkan sensor rudal permukaan-ke-udara yang diluncurkan ke pesawat. Sistem ini akan diproduksi di UEA sebagai bagian dari proyek bersama yang telah mendapat persetujuan dari pemerintah zionis ‘Israel’.
Kesepakatan ini akan diimplementasikan selama delapan tahun dan dianggap sebagai kesepakatan senjata terbesar kedua dalam sejarah ‘Israel’.
Banyak rincian dari kesepakatan tersebut masih dirahasiakan karena sensitivitas teknologi pertahanan tersebut. Amnesty International dan Oxfam sama-sama mengkritik kesepakatan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat berkontribusi pada kerugian warga sipil atau melanggar hukum internasional.
Selain bekerja sama dengan zionis, UEA juga diyakini mendukung milisi yang telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia serius di seluruh wilayah, seperti Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di Sudan.*




