Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Teguran Senator Nick McKim: “Australia Tak Boleh Jadi Bagian dari Genosida” 

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Februari 2026 11:44 11:44 am
Ahmad
Dipublikasikan 9 Februari 2026 13:35
Bagikan
Senator Partai Greens Australia, Nick McKim
Bagikan

Hidayatullah.com — Senator Partai Greens Australia, Nick McKim, kembali melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan negaranya terkait genosida di Gaza. Dalam sidang parlemen, ia menegur pemerintah dan menyerukan agar Australia menghentikan segala bentuk keterlibatan yang berpotensi mendukung tindakan militer ‘Israel’, yang menurutnya telah menimbulkan krisis kemanusiaan besar.

McKim menegaskan bahwa Australia tidak boleh bersikap pasif di tengah meningkatnya korban sipil.

“Kita tidak bisa terus menjadi pihak yang diam atau terlibat dalam apa yang semakin banyak pakar sebut sebagai genosida,” ujarnya dalam pidato yang memicu perdebatan sengit di parlemen.

Australian Senator Nick Mckim puts the parliament in their place as he continues to stand up for Gaza and call for his country to end their complicity in Israel’s genocide.

Videos are from two separate dates:
September 28th and August 26th pic.twitter.com/iZ6uxBWeFb

— WearThePeace (@WearThePeaceCo) October 3, 2025

Pada kesempatan yang sama, ia mendesak pemerintah untuk meninjau ulang hubungan pertahanan serta kerja sama strategis yang berpotensi berkontribusi pada konflik.

“Australia harus menghentikan keterlibatan apa pun yang membuat kita menjadi bagian dari kehancuran di Gaza,” kata McKim, seraya menambahkan bahwa langkah nyata diperlukan untuk menegakkan hukum internasional dan melindungi warga sipil.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan domestik terhadap pemerintah Australia agar mengambil sikap lebih tegas.

Sejumlah aktivis, akademisi, dan kelompok masyarakat sipil sebelumnya menggelar aksi protes serta menyerukan sanksi terhadap penjajah ‘Israel’, termasuk penghentian ekspor militer dan dukungan diplomatik.

Namun, pandangan McKim tidak sepenuhnya sejalan dengan sikap resmi pemerintah. Otoritas Australia selama ini menekankan pentingnya solusi dua negara (solusi yang tidak dikehendaki bangsa Palestina) dan perlindungan warga sipil, tetapi juga mempertahankan hubungan strategis dengan Zionis ‘Israel’.

Perbedaan posisi ini mencerminkan dinamika politik dalam negeri yang semakin tajam sejak konflik Gaza kembali memanas.

Pengamat menilai kritik terbuka dari anggota parlemen seperti McKim berpotensi meningkatkan tekanan politik terhadap kabinet, terutama menjelang pembahasan kebijakan luar negeri dan pertahanan.

Di sisi lain, kubu yang lebih berhati-hati memperingatkan bahwa perubahan drastis dapat memengaruhi hubungan diplomatik serta kepentingan keamanan regional Australia.

Meski demikian, McKim menegaskan bahwa pertimbangan moral harus menjadi prioritas. Ia menilai kegagalan bertindak justru akan merusak kredibilitas Australia di mata dunia.

Seruan tersebut sekaligus menambah daftar suara dari parlemen negara-negara Barat yang mulai mempertanyakan respons komunitas internasional terhadap genosida dan krisis di Gaza.

Perdebatan diperkirakan akan terus berlanjut, terutama karena konflik belum menunjukkan tanda mereda. Dengan tekanan publik yang meningkat dan sorotan global terhadap situasi kemanusiaan, posisi Australia kini berada di persimpangan antara kepentingan geopolitik dan tuntutan etis untuk mengambil langkah lebih tegas.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiagenosida GazaisraelNick McKimpalestinaPartai Greens
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kampanye Internasional Meluas, Inilah Daftar Kurma ‘Israel’ yang Masuk Boikot Global
Tulisan selanjutnya China Perketat Hukuman untuk Kejahatan terhadap Anak Termasuk Hukuman Mati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?