Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Investigasi CBS: “Israel” jadi Tempat Suaka Para Pelaku Pedofil dari AS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Februari 2026 06:55 6:55 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Februari 2026 06:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Investigasi CBS News pada 2020 mengungkap bahwa sejumlah pelaku pelecehan seksual anak asal Amerika Serikat melarikan diri ke Israel, sehingga proses penegakan hukum menjadi lebih rumit. L

embaga swadaya masyarakat Jewish Community Watch (JCW) mencatat sejak 2014 lebih dari 60 individu memanfaatkan Undang-Undang Kembali (Law of Return) untuk memperoleh kewarganegaraan Israel secara cepat.

“Investigasi CBS News menemukan bahwa banyak terdakwa pedofil Amerika melarikan diri ke Israel, dan membawa mereka ke pengadilan bisa menjadi sulit,” tulis CBS News dalam laporannya.

Pendiri JCW, Meyer Seewald, mengatakan kepada The Times of Israel, “Hal yang sama seperti skandal Gereja Katolik sedang terjadi di komunitas kami. Penutupan kasus, stigma, dan rasa malu sama persis.”

Salah satu kasus yang disorot adalah Jimmy Julius Karow, yang dituduh memperkosa anak berusia sembilan tahun di Oregon pada 2000. Ia melarikan diri ke Israel dan pada 2002 divonis atas kasus pelecehan di negara tersebut.

Baca Juga

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

INTERPOL sempat menerbitkan Red Notice, dan Karow akhirnya ditangkap setelah JCW mendesak aparat penegak hukum Israel untuk bertindak.

Kasus lain adalah Gershon Kranczer, tersangka pemerkosaan anak berusia enam tahun, yang akhirnya diekstradisi ke Amerika Serikat pada 2021 setelah mendapat sorotan luas, termasuk dari liputan CBS News.

Laporan CBS juga menyinggung adanya pelaku yang bersembunyi di permukiman komunitas ultra-Ortodoks di Tepi Barat, yang disebut kerap menghadapi tuduhan terkait pelecehan seksual anak dan pornografi anak.

Kasus Malka Leifer, mantan kepala sekolah di Australia yang dituduh memperkosa siswinya, juga menjadi perhatian internasional setelah ia melarikan diri ke Israel sebelum akhirnya diekstradisi.

Riset yang disampaikan kepada parlemen Israel (Knesset) menunjukkan bahwa negara palsu itu dinilai tertinggal dibanding Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia dalam sejumlah aspek, antara lain: ketersediaan daftar pelaku kejahatan seksual, keterbukaan informasi publik tentang pelaku, sistem pengawasan pelaku, pembaruan undang-undang terkait, serta lembaga khusus untuk melawan pelecehan seksual daring.

“Ada kebutuhan akan undang-undang yang lebih spesifik terkait pelaku pedofilia,” ujar Dana Pugach dari Noga Center, Ono Academic College, mengatakan kepada The Jerusalem Post.

Dalam laporannya, CBS News juga mengutip pernyataan Kepolisian ‘Israel’ yang menyebut bahwa mereka “berkoordinasi erat dengan Kementerian Kehakiman dan kepolisian di berbagai negara.”

Namun JCW mengkritik bahwa penanganan kasus-kasus ini kerap tidak menjadi prioritas. Aktivis JCW, Rachel Aaronson, mengatakan, “Ini contoh sejauh mana komunitas melindungi pelaku. Sangat mengecewakan dan menjijikkan.”

Salah satu korban, yang disebut dengan nama samaran Amoona, menceritakan pengalamannya terkait Kranczer. Ia mengutip pelaku yang mengatakan, “Saya memberimu kue karena kamu melakukannya dengan baik,” sembari mengancam akan membunuh orang tuanya jika ia melapor.

JCW mendesak adanya reformasi terhadap Law of Return agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan seksual untuk menghindari proses hukum di negara asal. Pemerintah penjajah dilaporkan telah membentuk unit khusus untuk menangani ekstradisi, namun tekanan internasional untuk memperbaiki celah hukum ini terus berlanjut.

Kasus-kasus ini menyoroti adanya celah dalam kerja sama hukum internasional terkait kejahatan seksual terhadap anak, sekaligus mendorong tuntutan pembaruan regulasi agar perlindungan terhadap anak dapat ditegakkan lintas negara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatanakCBS Newsinvestigasiisraelpelecehan seksualpenofili
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan
Tulisan selanjutnya Israel Gelontorkan 50 juta Dolar AS untuk Hapus ‘Kelaparan’ dari Pemberitaan Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

4 Juni 2026 14:01
Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?