Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Israel Gelontorkan 50 juta Dolar AS untuk Hapus ‘Kelaparan’ dari Pemberitaan Gaza

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 10 Februari 2026 14:16 2:16 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 Februari 2026 14:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Jurnalis Inggris Myriam François mengatakan Israel menghabiskan hampir 50 juta dolar AS untuk menghapus kata “kelaparan” yang berkaitan dengan Jalur Gaza dari pemberitaan media.

Daftar isi
  • Investigasi Eurovision
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Melansir Quds News Network pada Selasa (10/02/2026), ia menegaskan ranah digital telah menjadi medan pertempuran terbuka untuk membentuk kesadaran publik. Sehingga perang informasi kini memainkan peran penting dalam memengaruhi persepsi global.

Investigasi Eurovision

Pernyataan Myriam ini dikonfirmasi oleh sebuah investigasi pada September tahun lalu. Dikutip Anadolu, investigasi bersama Eurovision mengungkap bahwa Komite Pengecualian ‘Israel’ pada bulan Juni menyetujui permohonan dari agensi iklan milik zionis bernama Lapam untuk menjalankan kampanye informasi publik senilai $50 juta dengan Google, X, dan platform Prancis dan Israel Outbrain dan Teads.

Kontrak tersebut, yang berlaku mulai 17 Juni hingga 31 Desember, mengalokasikan 150 juta shekel ($45 juta) untuk YouTube dan platform manajemen kampanye iklan Google, Display & Video 360.

X juga mendapatkan 10 juta shekel ($3,03 juta) sementara platform iklan Prancis dan Israel Outbrain dan Teads mendapatkan 7 juta shekel ($2,12 juta).

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Laporan berjudul “Front Perang Baru: Di Balik Serangan ‘Hasbara’ Digital Israel” menunjukkan bagaimana kampanye yang disponsori negara Israel menggunakan media sosial, influencer berbayar, dan tur militer untuk membentuk narasi global tentang Gaza.

Dokumen dari tahun 2018 hingga Juli 2025, yang diungkapkan oleh investigasi tersebut, menunjukkan bahwa Lapam menggunakan platform iklan Google dan Meta untuk mempromosikan narasi pemerintah Israel dan melawan kritik terhadap kebijakan dan operasi militer Tel Aviv melalui kampanye berbayar.

Tahun lalu, Lapam mensponsori 2.000 iklan, dengan 900 ditujukan kepada audiens domestik dan 1.100 ditujukan kepada pemirsa internasional di negara-negara tertentu, kata laporan itu, mengutip Pusat Transparansi Google Ads.

Agen iklan tersebut menjalankan lebih dari 4.000 iklan antara 1 Januari dan 5 September 2025, dengan setengahnya menargetkan audiens internasional.

Penjajah Israel secara khusus menggunakan platform ads dan iklan untuk menyangkal kelaparan di Gaza, “dengan menggambarkan situasi normal di dalam wilayah yang terkepung itu.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida Gazahasbaraisraelmedia sosialpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Investigasi CBS: “Israel” jadi Tempat Suaka Para Pelaku Pedofil dari AS
Tulisan selanjutnya Media Israel: TNI akan Jadi Pasukan Perdamaian Pertama yang Masuk Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?