Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Februari 2026 06:49 6:49 am
Ahmad
Dipublikasikan 10 Februari 2026 06:48
Bagikan
Khaled Misy’al
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemimpin politik Hamas di luar negeri, Khaled  Misy’al, menegaskan bahwa kelompoknya menolak pelucutan senjata selama penjajahan Israel di Jalur Gaza masih berlangsung. Ia menyatakan bahwa senjata bagi Hamas bukan semata alat militer, melainkan bagian dari hak mempertahankan diri di bawah kondisi penjajahan yang belum berakhir.

“Selama penjajahan masih ada, perlawanan adalah hak rakyat yang dijajah. Melucuti senjata kami berarti menjadikan rakyat kami sasaran empuk di hadapan kekuatan militer penjajah Israel yang sangat besar,” ujar  Misy’al yang disampaikan di forum internasional di Doha, Qatar.

Menurut  Misy’al, tuntutan agar Hamas menyerahkan senjata di tengah situasi penjajahan justru akan membuat rakyat Palestina berada dalam posisi yang semakin rentan terhadap penjajahan, ujarnya dikutip Al Jazeera.

Dalam kesempatan itu,  Misy’al juga mengungkapkan bahwa Hamas telah menawarkan gencatan senjata jangka panjang yang disertai jaminan internasional.

Skema tersebut, menurutnya, dapat berlangsung antara lima hingga sepuluh tahun dengan pengawasan pihak internasional guna memastikan tidak ada pelanggaran militer dari kedua belah pihak.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Ia menekankan bahwa tawaran tersebut bukan pelucutan senjata total, melainkan penghentian penggunaan senjata dalam jangka waktu tertentu demi memberi ruang bagi pemulihan Gaza dan kehidupan sipil warga Palestina.

“Kami menawarkan ketenangan jangka panjang dengan jaminan internasional, tetapi bukan dengan menyerahkan kemampuan kami untuk membela diri,” kata  Misy’al, dikutip Ahram Online.

Sejumlah mediator internasional dalam proses diplomasi Gaza sebelumnya mengusulkan agar pelucutan senjata Hamas menjadi bagian dari tahapan menuju perdamaian. Namun, usulan ini ditolak Hamas karena dinilai mengabaikan akar konflik yang sesungguhnya, yakni penjajahan ‘Israel’ atas wilayah Palestina.

Misy’al menegaskan bahwa akar persoalan bukanlah senjata Hamas, melainkan keberlanjutan penjajahan yang menyebabkan siklus kekerasan terus berulang.

Menurutnya, tanpa pengakhiran penjajahan, pelucutan senjata tidak akan membawa perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Anadolu Agency juga menyoroti bahwa pernyataan  Misy’al muncul di tengah upaya diplomatik yang terus berjalan untuk mencari solusi jangka panjang di Gaza. Namun di lapangan, situasi keamanan dinilai masih rapuh dengan berbagai laporan pelanggaran gencatan senjata yang menyebabkan korban sipil.

Misy’al menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Hamas tetap terbuka pada solusi politik dan diplomatik, selama hak-hak dasar rakyat Palestina dihormati dan penjajahan diakhiri. Ia menyebut bahwa perdamaian tidak bisa dibangun di atas syarat yang mengharuskan pihak yang dijajah menyerahkan alat pertahanannya terlebih dahulu.

Pernyataan ini menambah dinamika dalam perundingan yang tengah berlangsung, sekaligus memperlihatkan sikap tegas Hamas bahwa isu pelucutan senjata tidak dapat dipisahkan dari persoalan utama yang mereka sebut sebagai penjajahan Israel atas Gaza dan wilayah Palestina lainnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASHeadlineisraelJalur GazaKemerdekaan PalestinaKhaled Misy'alpalestinaPelucutan Senjatapenjajahan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rapper Inggris Central Cee Ucapkan Syahadat di Siaran Langsung
Tulisan selanjutnya Investigasi CBS: “Israel” jadi Tempat Suaka Para Pelaku Pedofil dari AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM

Berita
9 Oktober 2026 18:15
Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Tutup Konsulat Inggris dan Usir 20 Stafnya
  • Bangun Sinergi Strategis, Hidayatullah Sumut dan Kadin Medan Jajaki Kolaborasi Penguatan Ekonomi Serta SDM
  • Arab Saudi: Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Bandara Internasional Riyadh
  • Bantah Pakai RS untuk Aktivitas Militer, Hamas: Tuduhan Palsu ‘Israel’
  • Demonstran Pendukung Palestina Duduki Stasiun di Sejumlah Kota Belanda
  • Sekitar 2.200 Kerabat Terduga Petempur ISIS Masih Ditahan Pasukan Kurdi Suriah
  • KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri Pertahanan AS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?