Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Politisi BJP Assam Disorot Usai Video ‘Tembak Muslim’ yang Viral

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Februari 2026 05:39 5:39 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Februari 2026 05:38
Bagikan
Video anggota partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP) unit Assam menunjukkan Chief Minister Himanta Biswa Sarma seolah-olah menembak dua pria Muslim
Bagikan

Hidayatullah.com— Sebuah video yang diunggah oleh akun resmi partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP) unit Assam menunjukkan Chief Minister Himanta Biswa Sarma seolah-olah menembak dua pria Muslim telah memicu gelombang kritik dan tuduhan serius menjelang masa pemilu, kutip The Week. Video itu kemudian dihapus oleh partai setelah kecaman tajam dari sejumlah tokoh politik India, kutip Deccan Herald.

Video berdurasi pendek tersebut, yang sempat diposting di platform X (sebelumnya Twitter), memperlihatkan Sarma memegang senapan yang kemudian dikombinasikan dengan gambar hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan yang menunjukkan tembakan diarahkan kepada dua pria dengan penampilan yang dikaitkan sebagai Muslim, lengkap dengan teks “point blank shoot” dan slogan “foreigner free Assam” dan “No mercy”, kutip The New Indian Express.

A video posted on the official Assam BJP X handle on Saturday shows Assam Chief Minister Himanta Biswa Sarma symbolically shooting at Muslims at point-blank range, with captions such as “point blank shoot,” thereby intensifying the hate campaign against Bengali-origin Muslims… pic.twitter.com/24bGb1i8lN

— Dr Syed Naseer Hussain, M P (@NasirHussainINC) February 8, 2026

Hal ini dianggap oleh oposisi sebagai representasi visual yang mengarah pada kekerasan terhadap komunitas minoritas. Partai Kongres mengecam keras unggahan itu.

“Ini bukan sekadar konten troll; ini adalah panggilan genosida terhadap minoritas,” kata Sekretaris Jenderal Kongres K.C. Venugopal dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, kutip The Economic Times.

Ia juga mendesak otoritas peradilan untuk bertindak tegas dan menegaskan bahwa tidak ada harapan bahwa pemimpin tertinggi partai akan mengecam atau mengambil tindakan atas kejadian ini.

Baca Juga

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Juru bicara Kongres Supriya Shrinate menambahkan bahwa penghapusan video saja tidak cukup. “Ini menunjukkan normalisasi kebencian terhadap Muslim. Apakah lembaga peradilan dan institusi lainnya tertidur?” ujarnya melalui akun media sosialnya, kutip The Week.

Partai All India Trinamool Congress (TMC) juga mengecam unggahan tersebut sebagai “performative bloodlust” dan menilai konten itu mengarah pada dehumanisasi Muslim, sehingga BJP harus dimintai pertanggungjawaban hukum di bawah Undang-Undang Pencegahan Kegiatan Ilegal India (UAPA), kutip The New Indian Express.

Video tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik di Assam, di mana isu imigrasi dan identitas agama menjadi tema utama kampanye menjelang pemilihan negara bagian. Kritik terhadap video tidak hanya datang dari partai politik tetapi juga aktivis dan sejumlah pengamat yang menilai penggunaan media sosial sebagai alat propaganda politik berbasis identitas berpotensi memperburuk kohesi sosial.

Laporan media menyebut BJP Assam belum memberikan penjelasan rinci tentang siapa yang bertanggung jawab atas pembuatan dan unggahan video tersebut, selain keputusan untuk menghapusnya dari akun resmi setelah kecaman publik, kutip Scroll.

Kritik ini muncul di tengah konteks yang lebih luas mengenai kekerasan dan ketegangan antara komunitas di India. Menurut data organisasi riset independen India Hate Lab, ujaran kebencian terhadap kelompok minoritas, terutama Muslim, meningkat tajam sekitar 74% pada 2024, dengan sebagian besar insiden terjadi di negara bagian yang dikuasai oleh BJP dan sekutunya, kutip Reuters. Tren tersebut mencerminkan meningkatnya retorika politik identitas yang bisa berujung pada tindakan kekerasan atau diskriminasi terhadap Muslim.

Kasus-kasus kekerasan komunal di India memiliki sejarah panjang. Misalnya, kerusuhan 2020 di Delhi yang dipicu oleh penolakan terhadap undang-undang kewarganegaraan meluas menjadi konflik horizontal yang menewaskan lebih dari 50 orang, sebagian besar Muslim, dan melukai ratusan lainnya, kutip Wikipedia.

Kritikus politik juga menyoroti bahwa peningkatan tensi ini terjadi bersamaan dengan narasi yang menghubungkan Muslim dengan isu “infiltrasi ilegal”, terutama di Assam, sehingga memicu polarisasi di tengah masyarakat yang plural. Mereka menilai bahwa konten seperti video yang viral itu bukan sekadar kesalahan teknis, tetapi bagian dari strategi komunikasi politik yang lebih luas yang menempatkan identitas agama sebagai alat kampanye.

Pihak BJP secara nasional belum memberikan komentar langsung atas kritik tersebut. Namun, unggahan video yang kontroversial itu telah memperpanjang perdebatan seputar penggunaan media sosial oleh politisi dan partai politik besar di India, serta dampaknya terhadap hubungan antar-agama di negara yang dikenal karena keragaman agamanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AssamBharatiya Janata PartyBJPHimanta Biswa SarmaHindu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alarm Pakar AS: Gen Z dan Ancaman Penurunan Kecerdasan Akibat Teknologi
Tulisan selanjutnya Dari Kairo, Indonesia Ajak Dunia Islam Bersatu Hadapi Krisis Global

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?