Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Alarm Pakar AS: Gen Z dan Ancaman Penurunan Kecerdasan Akibat Teknologi

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Februari 2026 05:36 5:36 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Februari 2026 05:35
Bagikan
Bagikan

Pakar memperingatkandampak teknologi terhadap perkembangan otak generasi muda mempengaruhi penurunan kemampuan intelektual, termasuk perhatian, daya ingat, literasi, numerasi, dan kemampuan memecahkan masalah

Hidayatullah.com | SEJUMLAH ahli saraf di Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa Generasi Z (Gen Z) berpotensi menjadi generasi pertama dengan tingkat kecerdasan dan perkembangan kognitif lebih rendah dibandingkan generasi milenial meskipun secara statistik Gen Z menghabiskan waktu lebih lama di sekolah.

Peringatan itu disampaikan oleh ahli saraf sekaligus mantan pendidik, Dr. Jared Cooney Horvath, dalam forum ilmiah di AS yang membahas dampak teknologi terhadap perkembangan otak generasi muda.

Ia menyoroti adanya tren penurunan kemampuan intelektual pada sejumlah indikator seperti rentang perhatian, daya ingat, literasi, numerasi, kemampuan memecahkan masalah, hingga skor IQ bila dibandingkan milenial pada usia yang sama.

“Walaupun generasi ini menghabiskan lebih banyak waktu dalam pendidikan formal, data menunjukkan bahwa Gen Z mencatat hasil yang lebih rendah secara konsisten dalam pengukuran kognitif,” tulis laporan tersebut, kutip Moneycontrol.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

Horvath menjelaskan, penurunan itu mulai tampak sejak sekitar tahun 2010, bertepatan dengan adopsi luas teknologi digital di ruang kelas. Penggunaan educational technology (EdTech) seperti komputer, tablet, dan pembelajaran berbasis layar dinilai berpengaruh pada cara otak memproses informasi.

“Manusia pada dasarnya dirancang untuk belajar melalui keterlibatan langsung dan pemahaman mendalam, bukan sekadar menelusuri layar untuk ringkasan cepat,” ujarnya dalam forum tersebut, kutip New York Post.

Ia menilai paparan layar yang terlalu dominan dalam proses belajar mendorong pembelajaran yang lebih dangkal, mempersempit fokus, dan berdampak pada kemampuan konsentrasi jangka panjang.

Lebih lanjut, Horvath menyebut fenomena ini tidak hanya terjadi di AS. Tren serupa, menurutnya, teramati di sedikitnya 80 negara yang mengintegrasikan teknologi digital secara masif dalam sistem pendidikan. Data yang ia paparkan menunjukkan korelasi antara tingginya penggunaan teknologi pendidikan dan menurunnya performa belajar di sejumlah negara, kutip Times of India.

Laporan lain juga menyoroti tantangan Gen Z dalam membaca teks panjang, menyelesaikan persoalan kompleks, serta mempertahankan fokus dalam waktu lama. Sejumlah pengamat mengaitkan kondisi ini dengan kebiasaan scrolling konten digital secara terus-menerus yang membentuk pola perhatian yang pendek.

Pernyataan para ahli ini memicu perdebatan di kalangan pendidik dan pembuat kebijakan. Sebagian menilai teknologi tetap penting sebagai alat bantu pembelajaran, namun harus digunakan secara terukur dan tidak menggantikan metode belajar mendalam yang melatih daya pikir kritis.

Komunitas pendidikan di berbagai negara kini mulai mengevaluasi kembali pola integrasi teknologi di sekolah. Para pakar kurikulum mendorong pendekatan yang lebih seimbang antara pemanfaatan perangkat digital dan metode pembelajaran tradisional agar siswa tetap memperoleh kedalaman pemahaman.

Upaya tersebut dinilai penting agar generasi muda tetap mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, fokus, dan keterampilan memecahkan masalah yang dibutuhkan di masa depan.

Di sisi lain, para pendidik di sejumlah negara kini tengah mempertimbangkan peninjauan kurikulum dan metode pembelajaran yang mampu menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan pembelajaran tradisional untuk mengatasi potensi penurunan kemampuan kognitif tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daya ingatgen zgenerasi mudaHeadlineIntelektualliterasinumerasipakarperkembangan otakPilihan RedaksisyarafTeknologi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal
Tulisan selanjutnya Politisi BJP Assam Disorot Usai Video ‘Tembak Muslim’ yang Viral

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?