Hidayatullah.com– Kementerian Pertahanan Suriah hari Ahad (15/2/2026) mengatakan bahwa pihaknya sudah mengambil alih pangkalan al-Shaddadi di bagian timur laut dari pasukan Amerika Serikat, beberapa hari setelah berhasil menguasai sebuah fasilitas di dekat perbatasan dengan Yordania dan Iraq.
“Angkatan Darat Arab Suriah telah mengambil alih pangkalan militer al-Shaddadi yang terletak di Hasakeh menyusul koordinasi dengan pihak Amerika,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP.
Pasukan AS beroperasi di daerah itu sebagai bagian dari koalisi internasional yang memerangi ISIS dan mereka ditempatkan di pangkalan tersebut yang bernama sama dengan kota setempat.
Di Al-Shaddadi terdapat sebuah penjara diana pasukan Kurdi menahan anggota-anggota kelompok ekstremis, sebelum pasukan pemerintah yang baru bergerak ke daerah itu bulan lalu.
Pengumuman hari Ahad itu menyusul konfirmasi pihak AS pada hari Kamis yang mengatakan bahwa pasukannya sudah mengosongkan pangkalan Al-Tanf yang terletak dekat dengan perbatasan Yordania dan Iraq.
Pasukan pimpinan Kurdi Syrian Democratic Forces (SDF) merupakan mitra penting bagi Amerika Serikat dalam memerangi ISIS, dan berkontribusi besar dalam kekalahan teritorial yang dialami ISIS di Suriah oada 2019.
Namun, sejak kejatuhan rezim Bashar Assad pada Desember 2024, Amerika Serikat lebih mendekatkan diri kepada pemerintahan Damaskus yang baru, dan belum lama ini menyatakan bahwa keperluannya untuk berkoalisi dengan Kurdi sudah berakhir.
Meskipun sudah tidak memiliki kekuasaan teritorial kelompok ISIS belum mati dan masih aktif.
Hari Sabtu, US Central Command (CENTCOM) mengatakan bahwa pasukannya melancarkan serangan atas lebih dari 30 target infrastruktur dan gudang senjata ISIS di Suriah bulan ini.*




