Hidayatullah.com – Para pemukim ilegal Israel menebang 20 pohon zaitun kuno pada Ahad malam di pedesaan timur Ramallah dan provinsi al-Bireh di Tepi Barat yang diduduki.
Melansir Quds News Network pada Selasa (24/02/2026), sekelompok warga Israel menyerbu daerah Marj Si’, yang terletak di antara desa al-Mughayyir dan Abu Falah. Gerombolan pemukim itu sengaja menargetkan sejumlah pohon zaitun tua, milik keluarga Palestina yang telah dibudidayakan selama beberapa dekade.
Warga menggambarkan serangan itu sebagai bagian dari pola serangan yang semakin meningkat terhadap petani Palestina dan tanah mereka di daerah tersebut. Mereka memperingatkan bahwa serangan terhadap pertanian telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi dan penyerbuan pasukan Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki. Menurut laporan Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman yang diterbitkan Selasa lalu, pasukan dan pemukim Israel melakukan sekitar 1.872 serangan hanya selama bulan Januari.
Sekitar 1.404 insiden dilakukan militer Israel, sementara pemukim ilegal melakukan 468 lainnya. Serangan-serangan itu berupa penyerangan fisik, pencabutan pohon, pembakaran ladang, menghalangi petani mengakses tanah mereka, dan penyitaan properti.
Sejak Israel melancarkan genosida di Gaza pada 8 Oktober 2023, otoritas Israel telah meningkatkan serangan secara tajam di seluruh Tepi Barat. Tindakan tersebut termasuk pembunuhan, penculikan massal, pengusiran paksa, dan perluasan pemukiman yang berkelanjutan, sebagai langkah menuju aneksasi resmi wilayah tersebut.
Serangan yang terus berlanjut di Tepi Barat telah menewaskan sedikitnya 1.117 warga Palestina dan melukai sekitar 11.500 lainnya. Pasukan Israel juga telah menculik lebih dari 21.000 orang selama periode yang sama.
Penduduk setempat memperingatkan bahwa serangan berulang kali dari para pemukim terhadap kebun zaitun mengancam mata pencaharian dan keberadaan jangka panjang warga Palestina di tanah tersebut.*




