Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Video: Kekerasan terhadap Muslim di India Meningkat Sepanjang Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Maret 2026 10:24 10:24 am
Ahmad
Dipublikasikan 3 Maret 2026 10:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Gelombang kekerasan dan intimidasi kembali menyelimuti India, menandai periode kelam bagi kebebasan beragama di negeri dengan populasi terbanyak di dunia ini. Berbagai laporan media lapangan menunjukkan pola pelecehan sistematis terhadap umat Islam, khususnya saat menjalankan ibadah Ramadhan dan aktivitas ekonomi.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, anggota kelompok Hindutva Bajrang Dal terlihat menyerang seorang pedagang jalanan Muslim di India, menuduhnya sebagai “Bangladeshi” dan memaksanya meneriakkan slogan “Jai Shri Ram” (Hidup Dewa Rama) secara paksa sebelum melakukan penganiayaan.

Location: Mayurbhanj, Odisha

Members of the Bajrang Dal brutally assaulted a Muslim street vendor, calling him a "Bangladeshi," and forced him to chant "Jai Shri Ram." pic.twitter.com/xg5RM68sMj

— The Muslim (@TheMuslim786) February 3, 2026

Akibat serangan itu, korban mengalami luka-luka dan menjadi sorotan publik sebagai contoh meningkatnya intoleransi berdasarkan agama dan identitas di masyarakat India, lapor Muslim Mirror, yang banyak mencatat tren meningkatnya kejahatan kebencian terhadap Muslim di berbagai wilayah negara tersebut.

Di Dehradun, Uttarakhand, suasana khusyuk ibadah Jumat berubah mencekam ketika kelompok sayap kanan Hindutva menggeruduk lokasi shalat. Berdasarkan laporan Clarion India, para jamaah dihina secara verbal dan diancam secara fisik. Provokasi mencapai puncaknya saat kelompok tersebut mengklaim bahwa umat Muslim tidak lagi bebas beribadah bahkan di ruang privat.

“Jika kalian ingin melaksanakan shalat (namaz) di rumah sekalipun, kalian harus mengambil izin terlebih dahulu,” ujar salah satu anggota kelompok tersebut sebagaimana dikutip dari rekaman video yang viral.

Baca Juga

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Situasi serupa terjadi di Universitas Lucknow. Masjid Lal Baradari yang bersejarah secara mengejutkan dikunci dan barikade dipasang oleh pihak administrasi kampus tepat saat waktu shalat tiba.

Mengutip The Wire, mahasiswa yang marah mencoba menerobos barikade untuk menjalankan kewajiban mereka. Namun, sebuah pemandangan mengharukan terjadi: mahasiswa Hindu membentuk pagar betis manusia, menjaga rekan-rekan Muslim mereka yang sedang bersujud di luar masjid agar tidak diganggu.

Penargetan Ekonomi dan Identitas

Tekanan terhadap warga Muslim juga merambah ke sektor ekonomi mikro. Di jalan raya Agra-Aligarh, Uttar Pradesh, seorang kakek penjual teh bernama “Kundan Tea Stall” menjadi korban perundungan oleh seorang pria bernama Deepak Sharma.

On the Agra – Aligarh highway in Uttar Pradesh, an elderly Muslim tea seller was allegedly confronted by a man identified as Deepak Sharma, who is known for past hate speech.
A video from the scene shows the vendor being spoken to harshly and allegedly being pressured to change… pic.twitter.com/cVYQbfXPYw

— Maktoob (@MaktoobMedia) February 17, 2026

Laporan Hindutva Watch menyebutkan bahwa Sharma terekam berbicara kasar dan memaksa sang kakek mengubah nama kedainya karena dianggap provokatif bagi kelompok tertentu.

Tak jauh dari sana, di Kaila Bhatta, Ghaziabad, sebuah video viral yang diulas Maktoob Media menunjukkan seorang pemuda bernama Satyam Pandit mengancam pemilik toko daging (mutton shop).

“Saya akan membakar tempat ini jika toko ini terlihat buka pada hari Selasa,” ancam Pandit, merujuk pada kesucian hari Selasa bagi umat Hindu karena adanya kuil di depan toko tersebut.

Kekerasan Anak dan Provokasi Masjid

Sentimen kebencian ini secara mengkhawatirkan mulai melibatkan anak-anak. Di Ayodhya, seorang Muslim dihina oleh anggota kelompok pelindung sapi (Gau Rakshak), Kapil Dev.

Dalam sebuah video yang beredar, diduga memperlihatkan Kapil Dev—atau dikenal sebagai Kapil Ayodhya, tengah mengancam seorang kurir pengantar makanan Swiggy terkait pesanan biryani daging.

Ayodhya: Gau Rakshak-Linked Man Aççused of Thrēatening Swiggy Delivery Executive Over Meat Order

➠ A video from Ayodhya railway station has gone viral, allegedly showing Kapil Dev, also known as Kapil Ayodhya, who is linked to gaū rakshak groups, threātening a Swiggy delivery… pic.twitter.com/pNCoMstlhJ

— Buzzpedia (@BuzzpediaNetwrk) February 2, 2026

Pelaku diduga keberatan dengan adanya pengantaran daging tersebut dan melontarkan ancaman verbal serta kata-kata kasar kepada kurir maupun pihak perusahaan.

Selama insiden berlangsung, Kapil Ayodhya juga diduga melontarkan komentar komunal (berbau SARA) dan menyebut pria itu sebagai “ancaman bagi negara”. Aksinya ini semakin memicu reaksi keras dari warganet.

In a disturbing incident from Bihar’s Sitamarhi district on 18th January, a man arrived at the gate of Makki Mosque on a motorcycle accompanied by three minor children, at a time when worshippers were assembling for the Maghrib prayer. As the Azaan was being given, the man… pic.twitter.com/TSEOPJd1Pv

— Mohammed Zubair (@zoo_bear) January 29, 2026

Sementara itu Siasat Daily melaporkan insiden provokatif di Masjid Makki, Bihar saat waktu Maghrib. Seseorang membawa tiga anak kecil dengan sepeda motor dan memerintahkan mereka meneriakkan slogan “Jai Shri Ram” (Salam Kemenangan bagi Dewa Rama) tepat saat kumandang Adzan untuk memicu kerusuhan.

Pemukulan dan “Sweeping” Liar

Video viral dari Kaila Bhatta, Ghaziabad, Uttar Pradesh, memperlihatkan Satyam Pandit mengintimidasi pedagang daging kambing Muslim lanjut usia. Pelaku mengancam membakar toko jika tetap buka pada hari, hari suci kuil. Perdebatan sengit dengan bahasa cabul terdengar jelas.

In Ghaziabad, at Kaila Bhatta in Uttar Pradesh, a Hindutva goon named Satyam Pandit threatens an elderly Muslim man, ordering him to shut down his non vegetarian eatery every Tuesday, or he would set the shop on fire.
How is it that any random vigilante can openly intimidate… pic.twitter.com/gZDu2RdOXf

— Mohammed Zubair (@zoo_bear) February 26, 2026

Shalat tarawih di masjid dijaga ketat polisi, tetapi anggota Bajrang Dal tetap membuat keributan dan akhirnya dipukul latho oleh aparat. Di Naroda, Ahmedabad, Gujarat, pada 11 Desember, kelompok Hindutva merazia hotel mencari pasangan beda agama. Mereka mengancam staf hotel melarang pasangan Muslim-Hindu tinggal bersama.

Di Maharashtra, sorang muslim bernama Razik Qureshi menolak pemeriksaan tas oleh anggota Bajrang Dal. Ia menegaskan bahwa hanya polisi yang berwenang melakukan pemeriksaan tersebut.

“Hanya polisi yang memiliki otoritas hukum untuk menggeledah saya,” tegas Qureshi sebagaimana dilaporkan Scroll.in.

Maharashtra: A Muslim man, Razik Qureshi, was stopped by members of the Bajrang Dal who demanded to search him. He bravely resisted, confronting them and saying, "If you want to search me, call the police. You have no right to do this." pic.twitter.com/qH8d2KWEmO

— The Muslim (@TheMuslim786) February 5, 2026

Insiden ini menjadi pengingat bahwa hak warga tidak hilang karena agama.

Di Naroda, Ahmedabad, kelompok serupa melakukan aksi “sweeping” atau razia ke hotel-hotel untuk mencari pasangan beda agama dan memberikan ancaman keras kepada pengelola hotel agar tidak menerima tamu tersebut.

Kritik datang dari berbagai pihak. Ketua Kongres, Rahul Gandhi, sebelumnya menyerukan persatuan dan mengecam segala bentuk kekerasan atas dasar agama, dengan memuji individu yang berdiri melawan intimidasi komunal.

“Tidak ada patriotisme yang lebih besar daripada berdiri melawan kebencian,” kata Gandhi menanggapi kasus serupa di Uttarakhand yang melibatkan Bajrang Dal.

Sementara itu, pemimpin Samajwadi Party Akhilesh Yadav menuding pemerintah pusat mempolarisasi masyarakat dengan video kekerasan yang sengaja disebar guna mempengaruhi suasana sebelum pemilu, menyebut tindakan tersebut sebagai upaya menyuburkan kebencian komunal, lapor The Times of India.

Media nasional India juga mencatat bahwa banyak insiden intimidasi komunitas minoritas belakangan ini memicu perdebatan luas tentang toleransi dan kebebasan beragama di tengah meningkatnya aksi kelompok garis keras di berbagai negara bagian India.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bajrang DalHeadlineHindutvaIndiamuslim Indiaradikal hinduRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sertifikasi Halal Bukan Sekedar Formalitas Label
Tulisan selanjutnya Ramadhan Bulan Panen Raya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?