Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Habib Rizieq: Jangan Mudah Mengkafirkan, Bela Iran Bukan Berarti Syiah

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Maret 2026 07:51 7:51 am
Ahmad
Dipublikasikan 5 Maret 2026 00:09
Bagikan
Agrokultural Markaz Syariah Habib Rizieq, Ramadhan
Habib Rizieq-Shihab
Bagikan

Hidayatullah.com—Pimpinan Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS), mengingatkan umat Islam agar tidak mudah mengkafirkan kelompok lain, termasuk terhadap Iran yang tengah dikeroyok AS-’Israel’.

“Jangan mau sembarangan kita mengkafirkan orang. Kalau ada ajaran yang kita anggap keliru, silakan diluruskan. Tapi jangan mengkafirkan mereka,” kata Rizieq dalam sebuah ceramahnya dikutip kanal Qolbu Aswaja, Rabu (4/3/2026).

HRS juga menegaskan bahwa perbedaan mazhab tidak serta-merta menjadi dasar untuk mudah menjatuhkan seseorang dalam vonis kafir.

Ia menjelaskan, dalam khazanah pemikiran ulama Ahlussunah, kerja sama dengan kelompok berbeda mazhab dimungkinkan dalam konteks tertentu, termasuk dalam menghadapi musuh bersama.

HRS merujuk pandangan sejumlah ulama klasik, termasuk Ibnu Taimiyah, yang menurutnya justru membolehkan kolaborasi dengan pihak lain dalam peperangan melawan pihak yang dianggap memusuhi umat Islam.

Baca Juga

Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

“Kalau ada yang bilang membela Iran berarti jadi Syiah, itu keliru. Membela Iran (dalam kasus serangan AS dan ‘Israel’, red), bukan berarti kita Syiah,” ujarnya.

Lebih jauh HRS menyoroti dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina. Ia menyebut Iran memberikan bantuan senjata kepada para pejuang pembebasan Palestina, termasuk Hamas untuk kepentingan perjuangan melawan penjajah ‘Israel’, sesuatu yang bisa dimaklumi.

Meski dibantu Iran, tidak serta-merta Hamas berubah Syiah. Ia menegaskan bahwa Hamas tetap kelompok Sunni (Ahlus Sunnah). Karena itu, menurutnya, dukungan Iran terhadap Palestina tidak bisa serta-merta dipandang sebagai agenda sektarian.

HRS juga menanggapi tudingan yang menyebut Iran sebagai bangsa “Majusi” yang tidak layak didukung. Menurutnya, narasi-narasi seperti ini adalah cara berpikir yang keliru dan tidak kontekstual.

“Betul, nenek moyang Persia dulu penyembah api. Tapi nenek moyang Arab juga dulu penyembah berhala. Sekarang mereka sudah Islam. Tidak bisa sejarah masa lalu dijadikan alasan menolak mereka hari ini,” ujarnya.

Ia membandingkan dengan sejarah Indonesia yang sebelum kedatangan Islam didominasi Hindu dan Buddha. Menurutnya, tidak tepat jika masa lalu tersebut dijadikan dasar untuk meragukan keislaman umat Islam Indonesia saat ini.

Lebih jauh HRS mengutip kisah sahabat Nabi, Salman Al-Farisi, yang berasal dari Persia. Ia mengingatkan bahwa latar belakang masa lalu seseorang tidak relevan setelah memeluk Islam. “Islam menghapus dosa masa lalu,” katanya.

Perlu diketahui, Salman adalah sahabat Nabi yang punya peran besar dalam Perang Khandaq dengan ide menggali parit untuk pertahanan Madinah. Ia juga disebut dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 62 sebagai simbol keimanan dari kalangan non-Arab.

Menutup ceramahnya, HRS menegaskan posisinya sebagai Muslim Sunni yang bermazhab Syafi’i dan berakidah Asy’ari. Ia menyatakan dirinya tidak akan mengkafirkan mazhab di luar Ahlussunah wal Jamaah selama tidak membawa ajaran yang secara jelas bertentangan dengan prinsip dasar Islam.

“Kalau cuma perbedaan furu’ atau cabang akidah, mereka tetap saudara kita. Kalau kita anggap ada yang sesat, tunjukkan jalan yang benar, bukan langsung dikafirkan,” kata Rizieq.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FPIFront Persaudaraan IslamHabib Rizieq ShihabHeadlineiranmengkafirkansyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Bantah Lobi Trump untuk Serang Iran, Tegaskan Pilih Jalur Diplomasi
Tulisan selanjutnya Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran yang Pulang dari Latihan Militer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara

Berita
5 Juli 2026 05:35
Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus

Terbaru

  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan

9 Juli 2026 18:30
Berita

BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal

9 Juli 2026 18:04
Berita

Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab

9 Juli 2026 16:05
Berita

Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris

9 Juli 2026 15:31
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?