Hidayatullah.com – Sebuah kapal perang Iran, IRIS Dena, tenggelam setelah dihantam dua torpedo yang diluncukan kapal selam AS di lepas pantai Sri Lanka. Kapal tersebut baru saja melakukan latihan militer multinasional yang diadakan Angkatan Laut India.
Kapal Moudge jenis Fregat tersebut membawa sekitar 180 anggota awak pada saat kejadian. Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengatakan lebih dari 100 pelaut dikhawatirkan tewas, sementara beberapa lainnya masih hilang.
“Kami menemukan orang-orang mengambang di air dan menyelamatkan mereka. Kemudian, setelah kami selidiki, kami mengetahui bahwa mereka berasal dari kapal Iran. Kami segera memindahkan mereka ke Rumah Sakit Pendidikan Karapitiya, tempat mereka menjalani perawatan,” katanya, menurut media News Wire pada Rabu (04/03/2026).
Ia menambahkan: “Kami menduga jenazah-jenazah tersebut juga berasal dari kapal yang sama karena kami menemukannya di area yang telah ditentukan.”
Kapal perang tersebut tenggelam di lepas pantai selatan Sri Lanka, dan angkatan laut serta angkatan udara Sri Lanka terlibat dalam operasi penyelamatan gabungan untuk menyelamatkan awak kapal IRIS Dena di lepas pantai kota Galle.
Sebelumnya, pada hari Rabu, pihak berwenang mengatakan operasi tersebut difokuskan pada evakuasi anggota awak setelah kapal tersebut mengirimkan panggilan darurat yang menyatakan telah terkena serangan.
Kapal perang Iran IRIS Dena sedang dalam perjalanan pulang dari India setelah berpartisipasi dalam Tinjauan Armada Internasional 2026 di Visakhapatnam ketika dilaporkan terkena torpedo di Samudra Hindia di lepas pantai Sri Lanka.*




