Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

FUUI Angkat Suara soal Konflik Iran-Israel: Berpihak Boleh, Asal Tak Korbankan Akidah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Maret 2026 01:27 1:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Maret 2026 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) turut angkat suara perihal konflik Iran-Israel yang makin memanas. Hal itu lantaran banyak umat Islam yang menanyakan bagaimana seorang muslim bersikap dalam konflik, netral atau boleh berpihak ke salah satu kubu.

Daftar isi
  • Pelajaran dari Perang Roma dan Persia di Masa Rasulullah
  • Rekam Jejak Iran yang Tidak Bisa Dibaca Hitam-Putih
  • Dua Prinsip Panduan Bersikap bagi Umat Islam
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

“Tentu saja tidak mudah memberikan pemahaman sikap apa yang harus diambil oleh seorang Muslim. Karena masalah ini menyentuh wilayah yang sangat sensitif sekali. Akidah di satu sisi dan realitas geopolitik yang komplek di sisi yang lain. Secara akidah dan syariah, Islam jelas memiliki perbedaan yang sangat mendasar dengan paham Syiah yang dianut pemerintah resmi Iran,” kata Ketua FUUI KH Athian Ali M dalam keterangan tertulisnya yang diterima Hidayatullah.com pada Selasa (10/03/2026).

“Bahkan benang pemisah antara hak dan yang batil di antara keduanya sangat-sangat jelas sekali,” ungkap KH Athian merujuk serangan AS-Israel terhadap Iran.

Meskipun demikian, KH Athian menjelaskan bahwa para ulama dan para fuqaha telah merumuskan sebuah prinsip yang dapat menjadi panduan dalam situasi seperti ini.

Prinsip dimaksud dikenal dengan istilah ta’awun muqayyad, atau kerja sama terbatas, yaitu membolehkan umat Islam berkoalisi atau berpihak kepada siapa pun — tanpa memandang latar belakang agama atau keyakinannya — dengan syarat bahwa kerja sama tersebut tidak berujung pada pembenaran terhadap akidah atau syariat yang bertentangan dengan Islam, seperti paham Syiah.

Baca Juga

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

“Allah S.w.t. berfirman, ‘Bertolong-tolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan jangan pernah bertolong-tolongan dalam dosa dan permusuhan’. (QS. Al-Ma’idah: 2) Perbedaan akidah tidak usah menghalangi keberpihakan dalam nilai-nilai kemanusiaan. Allah mengajarkan kita prinsip yang sangat mendasar ini,” jelas KH Athian.

Pelajaran dari Perang Roma dan Persia di Masa Rasulullah

Untuk memperkuat argumennya, KH Athian menarik analogi dari lembaran sejarah Islam. Ia merujuk pada peristiwa perang antara Romawi dan Persia yang berlangsung semasa Rasulullah SAW masih hidup.

Dalam konflik tersebut, meski kedua belah pihak sama-sama bukan beragama Islam, umat Muslim ketika itu lebih condong mendukung Romawi ketimbang Persia — sebab Romawi adalah kaum Ahli Kitab, sementara Persia kala itu merupakan bangsa penyembah api.

“Karenanya ketika terjadi perang antara Roma dan Persia di zaman Rasulullah s.a.w., umat Islam sangat sedih. Karena tadinya mereka berharap bahwa peperangan itu akan dimenangkan oleh orang Roma. Kendati kedua luar pihak adalah orang-orang kafir di mata Allah, tetapi umat Islam lebih dekat kepada orang-orang Roma yang kafir kitabi ketimbang orang Persia yang saat itu menyembah api,”, jelas KH Athian.

KH Athian menegaskan bahwa keberpihakan umat Islam kepada Romawi dalam konteks tersebut sama sekali tidak dipermasalahkan oleh Allah SWT. Bahkan Allah menghibur hati mereka melalui firman-Nya dalam surah Ar-Rum, yang menjanjikan bahwa Romawi akan kembali meraih kemenangan dalam rentang beberapa tahun.

Preseden historis ini, menurut KH Athian, menjadi landasan yang sahih bagi umat Islam masa kini dalam menyikapi konflik antarkekuatan non-Muslim.

Rekam Jejak Iran yang Tidak Bisa Dibaca Hitam-Putih

Di sisi lain, KH Athian mengingatkan umat Islam agar tidak jatuh dalam fanatisme buta terhadap Iran. Ia membeberkan rekam jejak Iran yang jauh dari hitam-putih dalam persoalan dunia Islam.

Iran pernah memberikan dukungan kepada rezim Bashar al-Assad di Suriah dalam rentang 2011 hingga 2025, sementara rezim tersebut justru menumpas umat Islam secara brutal. Sedikitnya 656.493 Muslim dilaporkan terbunuh, dan 4 juta rakyat Suriah terusir dari tanah airnya akibat konflik berdarah tersebut.

“Iran juga pernah mendukung Amerika Serikat memerangi Iraq, menggulingkan Saddam Hussein. Dan untuk ini tidak kurang dari 500.000 umat Islam yang menjadi korban,” jelas KH Athian.

Hal serupa juga terjadi di Afganistan dan Yaman. Rangkaian fakta ini, menurut KH Athian, membuktikan bahwa posisi politik Iran terhadap dunia Islam tidak dapat dinilai secara sederhana. Iran bisa menjadi pihak yang memerangi musuh-musuh umat Islam, namun pada waktu yang berbeda juga pernah menjadi pihak yang ikut menghancurkan sesama Muslim. Oleh karena itu, kecurigaan terhadap motif sesungguhnya yang mendorong Iran berkonfrontasi dengan Israel dan Amerika pun patut dipertahankan.

Dua Prinsip Panduan Bersikap bagi Umat Islam

Dari keseluruhan pertimbangan tersebut — baik dari sudut pandang akidah, syariah, maupun siasat politik — KH Athian merumuskan dua prinsip utama yang semestinya menjadi pegangan umat Islam Indonesia dalam menyikapi konflik ini.

“Keyakinan kita tidak boleh dikorbankan hanya untuk kepentingan politik sesaat. Yang kedua, selama tidak mengorbankan akidah dan syariah, umat Islam secara siasat, secara politik dibenarkan berpihak kepada siapapun, termasuk Iran, di setiap tindakan mereka yang nyata-nyata menguntungkan bagi umat Islam dalam memerangi musuh-musuh umat Islam, terutama Israel yang selama ini telah menzolimi umat Islam. Wallahu’alam,” pungkas KH Athian.

Penjelasan KH Athian Ali ini memberikan kerangka berpikir yang jernih dan terukur bagi umat Islam Indonesia dalam menghadapi situasi yang sarat sensitivitas. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat bukan sekadar perang fisik antarnegara, melainkan juga pertarungan narasi yang menuntut umat Islam untuk tetap berpijak pada prinsip-prinsip syariat tanpa menutup mata terhadap kepentingan kolektif yang lebih besar, yakni tegaknya keadilan bagi seluruh umat manusia, khususnya rakyat Palestina yang masih terus berjuang.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AS-Israel Serang IranHeadlineiranPerang Iran-AS IsraelPilihan Redaksisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media Ibrani: Putra Bezalel Smotrich Tewas usai Terluka dalam Serangan Hizbullah
Tulisan selanjutnya Garda Revolusi Iran: Negara yang Usir Dubes Israel dan AS Boleh Lewat Selat Hormuz

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

5 Juni 2026 05:00
Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

4 Juni 2026 21:20
Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

4 Juni 2026 14:01
Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?