Hidayatullah.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin menawarkan akan mempersilahkan negara manapun untuk lewat Selat Hormuz dengan satu syarat, mengusir duta besar Israel dan AS.
Melansir CNN, mengutip media pemerintah, pada Selasa melaporkan IRGC memastikan bahwa negara mana pun yang memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Washington dan Yerusalem akan menikmati “kebebasan penuh” dalam menavigasi jalur air strategis tersebut.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi mengatakan Teheran memiliki satu syarat untuk menghentikan permusuhan jika Israel dan Amerika Serikat mematuhinya: “tidak ada agresi lebih lanjut,” menambahkan bahwa beberapa negara, termasuk Rusia, Cina, dan Prancis, telah menghubungi Iran untuk membantu meredakan ketegangan dan mendorong de-eskalasi.
Sebelumnya, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani mengatakan keamanan di Selat Hormuz tidak mungkin terjamin selama perang yang dipicu oleh AS dan Israel di kawasan itu terus berlanjut.
Melalui unggahan di X, Larijani menanggapi pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang pengiriman kapal perang ke selat tersebut. “Stabilitas sulit dicapai ketika beberapa pihak berupaya memicu konflik,” katanya.
Selat Hormuz, jalur selebar 21 mil, menangani sekitar seperlima pasokan minyak global dunia. Langkah terbaru IRGC mengubah jalur air tersebut menjadi alat tawar-menawar politik yang berisiko tinggi di tengah konflik yang sedang berlangsung.*




