Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
KajianRamadhan

Khutbah Jum’at: Ramadhan sebagai Momentum Persiapan Diri Menuju Huru-Hara Akhir Zaman

Mahmud
Terakhir diupdate: 13 Maret 2026 11:00 11:00 am
Mahmud
Dipublikasikan 13 Maret 2026 10:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Di tengah krisis global dan ketidakpastian zaman, bulan Ramadhan tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai ritual tahunan penahan lapar, melainkan harus diinsafi sebagai madrasah eskatologis yang mempersiapkan ketangguhan mental dan spiritual umat dalam menghadapi huru-hara akhir zaman.

Melalui lensa riwayat-riwayat klasik dalam kitab “al-Fitan” karya Imam Nu’aim bin Hammad, kita diajak untuk melihat Ramadhan sebagai momentum krusial munculnya isyarat-isyarat besar −seperti suara ledakan (haddah) maupun guncangan di pertengahan bulan− yang menuntut kesiapan bekal pangan, kemandirian fisik, serta kemantapan tauhid.

Khutbah ini bertujuan untuk menyadarkan setiap mukmin agar menjadikan setiap detik di bulan suci ini sebagai latihan “militer spiritual” dan benteng pertahanan terakhir, sehingga ketika fitnah besar itu terjadi, kita bukan termasuk golongan yang panik dan binasa, melainkan mereka yang tetap teguh bersujud dan tenang dalam dekapan petunjuk Allah. Selamat membaca!

Khutbah Pertama         :

الحمد للهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مَيْدَانًا لِلتَّسَابُقِ فِي الطَّاعَاتِ، وَجَعَلَهُ زَمَانًا لِتَكْفِيْرِ الذُّنُوْبِ وَالسَّيِّئَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الصَّادِقُ الْوَعْد الأَمِيْن. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Baca Juga

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah
Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan

Jamaah Shalat Jum’at yang Dirahmati Allah,

Setiap kali hilal Ramadhan tampak, setiap kali itu pula umat Islam menyambutnya dengan kegembiraan. Namun, di tengah hiruk-pikuk persiapan fisik berupa hidangan berbuka dan pakaian lebaran, seringkali kita melupakan satu dimensi krusial dari bulan mulia ini: Ramadhan sebagai madrasah kewaspadaan diri menghadapi huru-hara akhir zaman.

Dunia saat ini sedang berada dalam fase yang oleh para ulama disebut sebagai fase Mulkan Jabariyan (kepemimpinan otoriter yang memaksakan kehendak). Kita menyaksikan ketidakpastian global, gejolak di tanah Syam, hingga ancaman krisis pangan yang nyata. Ramadhan hadir bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum bagi kita untuk menata kekuatan lahir dan batin guna menghadapi fitnah-fitnah besar yang telah diperingatkan oleh lisan mulia Rasulullah SAW.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dalam literatur Islam, khususnya dalam kitab “al-Fitan” karya Imam Nu’aim bin Hammad, banyak riwayat yang memberikan isyarat bahwa peristiwa-peristiwa besar menjelang akhir zaman memiliki keterkaitan erat dengan bulan puasa. Meskipun para ulama memberikan catatan kritis terhadap derajat sebagian hadits-hadits tersebut, namun maknanya memberikan pesan “kewaspadaan” (ihtiyat) yang luar biasa bagi kita.

Di dalam kitab yang membahas huru-hara akhir zaman ini, terdapat atsar dan riwayat yang secara spesifik mengaitkan bulan Ramadhan dengan tanda-tanda besar. Mari kita renungkan riwayat dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi SAW bersabda:

إِذَا كَانَتْ صَيْحَةٌ فِي ‌رَمَضَانَ فَإِنَّهُ يَكُونُ مَعْمَعَةٌ فِي شَوَّالٍ، وَتَمْيِيْزُ الْقَبَائِلِ فِي ذِيِ الْقَعْدَةِ، وَتُسْفَكُ الدِّمَاءُ فِي ذِيِ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ… هَدَّةٌ فِي النِّصْفِ مِنْ ‌رَمَضَانَ لَيْلَةَ جُمُعَةٍ، فَتَكُونُ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ، وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ، وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُوْرِهِنَّ

“Apabila terjadi suara keras di bulan Ramadhan, maka akan terjadi kekacauan di bulan Syawal, perselisihan antar suku di bulan Dzulqa’dah, dan pertumpahan darah di bulan Dzulhijjah dan Muharram… yaitu suara ledakan (goncangan) di pertengahan bulan Ramadhan pada malam Jum’at. Suara itu membangunkan orang yang tidur, mendudukkan orang yang sedang berdiri, dan mengeluarkan para gadis dari pingitannya.” (Al-Fitan No. 638).

Jamaah yang Dimuliakan Allah,

Meskipun kita tidak bisa memastikan kapan peristiwa ini terjadi, para pendahulu kita, para Salafus Saleh, sangat serius dalam menyikapinya. Perhatikanlah perkataan Katsir bin Murrah Al-Hadhrami:

إِنِّي لَأَنْتَظِرُ لَيْلَةَ الْحِدْثَانِ فِي ‌رَمَضَانَ مُنْذُ سَبْعِيْنَ سَنَةً

“Sesungguhnya aku telah menantikan malam peristiwa besar (al-hudstsan) di bulan Ramadhan sejak tujuh puluh tahun yang lalu.” (Al-Fitan No. 650).

Bayangkan, seorang ulama besar menanti dengan penuh kewaspadaan selama puluhan tahun. Mengapa? Karena mereka memahami bahwa iman tanpa persiapan adalah kelemahan. Mereka tidak hanya menunggu tanda, tapi mereka bersiap dengan bekal.

Abdurrahman bin Jubair menjelaskan tanda di langit berupa perselisihan manusia, lalu ia berpesan:

فَإِنْ أَدْرَكْتَهَا فَأَكْثِرْ مِنَ الطَّعَامِ مَا اسْتَطَعْتَ

“Jika engkau mendapatinya, maka perbanyaklah persediaan makanan semampumu.” (Al-Fitan No. 634).

Pesan ini sangat relevan dengan konteks kekinian. Kita melihat bagaimana rantai pasok dunia sangat rapuh. Sedikit saja konflik di Timur Tengah atau Eropa terjadi, harga pangan melonjak. Ramadhan yang melatih kita untuk lapar sebenarnya adalah latihan mental agar kita tidak kaget saat masa sulit (sanatun juu’) itu tiba.

Hadirin yang Dirahmati Allah,

Selain persiapan pangan, riwayat-riwayat tersebut memperingatkan adanya konflik perebutan harta di wilayah Sungai Eufrat yang menyusut. Ka’ab rahimahullah berkata:

يَكُونُ نَاحِيَةَ الْفُرَاتِ فِي نَاحِيَةِ الشَّامِ أَوْ بَعْدَهَا بِقَلِيلٍ مُجْتَمَعٌ عَظِيمٌ فَيَقْتَتِلُونَ عَلَى الْأَمْوَالِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ تِسْعَةٍ سَبْعَةٌ

“Akan terjadi di sisi Sungai Eufrat, di daerah Syam atau setelahnya sedikit, suatu kumpulan besar pasukan yang berperang memperebutkan harta, maka terbunuhlah dari setiap sembilan orang sebanyak tujuh orang.” (Al-Fitan No. 971).

Konteks saat ini menunjukkan bahwa wilayah Syam (Palestina, Suriah, Lebanon) kian membara. Perebutan sumber daya dan kekuasaan kian nyata. Riwayat ini mengingatkan kita bahwa di tengah kekacauan dunia nanti, manusia akan terpecah menjadi tiga kelompok: mereka yang mengejar kekuasaan dengan tirani (jabarut), mereka yang mengejar dengan pembunuhan, dan mereka yang tetap memegang teguh ibadah, ketenangan (sakinah), dan kewibawaan (waqar).

Maka, Ramadhan harus menjadi benteng pertahanan kita. Jika suara keras atau ledakan itu terdengar, perintah Rasulullah SAW sangat jelas:

فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْفَجْرَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَادْخُلُوا بُيُوْتَكُمْ، وَاغْلِقُوا أَبْوَابَكُمْ… فَإِذَا حَسَسْتُمْ بِالصَّيْحَةِ فَخِرُّوا لِلَّهِ سُجَّدًا، وَقُولُوا: سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوسِ

“Maka apabila kalian telah shalat Subuh pada hari Jum’at itu, masuklah ke rumah kalian, tutuplah pintu kalian… Jika kalian merasakan suara keras itu, maka jatuhlah bersujud kepada Allah dan ucapkanlah: Maha Suci Dzat Yang Maha Kudus, Maha Suci Dzat Yang Maha Kudus, Tuhan kami Yang Maha Kudus.” (Al-Fitan No. 638).

Ini adalah pesan spiritual yang sangat relevan untuk direnungkan. Di saat dunia dilanda kepanikan teknologi atau serangan fisik, senjata utama mukmin adalah kembali kepada Allah (Sujud).

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua         :

الحمد لله الَّذِي جَعَلَ رَمَضَانَ مَوْسِمًا لِلتَّزْكِيَةِ وَالتَّهْذِيبِ، وَفُرْصَةً لِتَجْدِيدِ الْإِيمَانِ وَتَقْوِيَةِ الْيَقِينِ، وَمِرْآةً لِمُرَاجَعَةِ النَّفْسِ وَالِاسْتِعْدَادِ لِمَا يَأْتِي مِنْ فِتَنِ آخِرِ الزَّمَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أما بعد:

Jamaah Shalat Jum’at yang Dirahmati Allah,

Ramadhan adalah bulan “pemanasan” sebelum kita menghadapi kenyataan akhir zaman yang sesungguhnya. Jika di bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini saja kita masih berat untuk bangun malam, masih sulit menahan lisan dari fitnah, dan masih enggan menyisihkan harta, maka bagaimana kita akan bertahan di masa ketika fitnah Dajjal datang menyapa?

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Sebagai penutup, mari kita bawa pulang empat resolusi nyata dari khutbah hari ini:

Pertama, Latihan Ketahanan Fisik dan Pangan: Jangan biarkan diri kita terlalu manja dengan kemewahan. Mulailah pola hidup sederhana. Jadikan puasa sebagai cara melatih tubuh bertahan dalam kondisi sulit, dan mulailah memperhatikan cadangan logistik keluarga serta kepedulian pada lumbung pangan umat.

Kedua, Perkuat Benteng Sujud: Jika fitnah akhir zaman puncaknya adalah kepanikan, maka puncaknya solusi adalah ketenangan dalam sujud. Perbanyaklah dzikir Subhānal Quddūs agar Allah menjaga kesucian hati kita dari noda-noda fitnah dunia.

Ketiga, Hentikan Perpecahan (Jaga Ukhuwah): Dalam hadits tadi diesbutkan perselisihan antar suku (tamayuzul qabail) di bulan Dzulqa’dah. Jangan biarkan politik dan perbedaan khilafiyah merobek ukhuwah kita. Rapatkan barisan di masjid, karena musuh akhir zaman tidak menyerang individu, tapi menyerang kesatuan umat.

Keempat, Siaga di Malam-Malam Ganjil: Tingkatkan ibadah, terutama pada malam Jum’at dan malam-malam di bulan Ramadhan. Jadikan setiap Ramadhan seolah-olah ini adalah Ramadhan terakhir kita sebelum peristiwa besar terjadi.

Semoga Allah SWT menjaga kita, keluarga kita, dan seluruh umat Islam dari fitnah akhir zaman, dan menjadikan kita termasuk golongan yang mendapatkan naungan-Nya.

Doa     :

إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ رَمَضَانَ لَنَا زَادًا لِلْآخِرَةِ، وَتَزْكِيَةً لِلْقُلُوبِ، وَقُوَّةً عَلَى الطَّاعَةِ، وَثَبِّتْنَا فِي الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَانْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِينِ وَفِي كُلِّ مَكَانٍ، وَارْزُقْهُمُ النَّصْرَ وَالْتَمْكِين.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُومُ لَيْلَكَ، وَيَصُومُ نَهَارَكَ، وَيَذْكُرُكَ ذِكْرًا كَثِيرًا، وَيَتْلُو كِتَابَكَ تِلَاوَةً حَقًّا.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ تُقَبِّلُ صِيَامَهُمْ وَقِيَامَهُمْ، وَتَغْفِرُ ذُنُوبَهُمْ، وَتَرْفَعُ دَرَجَاتِهِمْ، وَتَجْمَعُهُمْ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ.

اللَّهُمَّ نَجِّنَا مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

(MBS)

Redaktur: Mahmud
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamankhutbah JumatRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran dan Hizbullah Lancarkan Serangan Rudal Terkordinasi
Tulisan selanjutnya Ratusan Anggota Banser Datangi Gedung KPK Saat Pemeriksaan Gus Yaqut sebagai Tersangka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Hikmah

Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba

5 Mei 2026 11:04
Jendela Keluarga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?

26 April 2026 14:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?