Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Iran Perluas Medan Perang: Bank, Google hingga Microsoft Masuk Daftar Target Baru

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Maret 2026 15:49 3:49 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Maret 2026 16:30
Bagikan
Kantor Google di Saudi
Bagikan

Hidayatullah.com– Konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Iran secara terbuka memperluas daftar targetnya, tidak hanya pada instalasi militer tetapi juga bank, pusat ekonomi, serta infrastruktur teknologi yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut muncul setelah sebuah bank di Teheran dilaporkan menjadi sasaran serangan udara yang oleh Iran dituduhkan sebagai operasi Israel. Serangan itu memicu respons keras dari komando militer Iran.

Media Iran dan laporan internasional menyebut komando operasi militer Iran, Khatam al-Anbiya, menyatakan bahwa serangan terhadap bank tersebut membuka kemungkinan bagi Iran untuk membalas dengan menargetkan pusat ekonomi dan keuangan lawan.

Seorang juru bicara komando tersebut mengatakan bahwa “musuh telah memberi kami kebebasan untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank milik Amerika Serikat dan rezim Zionis di Kawasan,” kutip Business Today.

Peringatan bahkan disertai imbauan keamanan bagi warga sipil di kawasan Timur Tengah agar menjauhi institusi keuangan karena berpotensi menjadi sasaran serangan balasan.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Laporan Reuters menyebut pihak militer Iran memperingatkan masyarakat agar tidak berada dalam radius satu kilometer dari bank atau pusat ekonomi yang terkait dengan kepentingan AS dan Israel.

Infrastruktur teknologi ikut masuk target

Selain sektor keuangan, Iran juga mulai menyasar infrastruktur teknologi global. Kantor berita Tasnim News Agency, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), mempublikasikan daftar perusahaan teknologi Barat yang dianggap memiliki keterkaitan dengan operasi militer Israel.

Perusahaan yang disebut antara lain Google, Microsoft, Oracle, Nvidia, IBM, dan Palantir. Infrastruktur teknologi dan kantor regional perusahaan-perusahaan tersebut di Israel maupun negara Teluk disebut sebagai potensi target baru.

Tasnim menyebut langkah itu sebagai bagian dari perubahan karakter konflik yang kini berkembang menjadi “perang infrastruktur.”

Dalam laporannya, media tersebut menulis bahwa “seiring meluasnya perang regional menjadi perang infrastruktur, cakupan target sah Iran juga ikut meluas.”

Beberapa fasilitas teknologi di kawasan Teluk bahkan dilaporkan telah terkena dampak konflik, termasuk pusat data komputasi awan yang menjadi tulang punggung layanan digital global.

Konflik berubah menjadi perang sistem

Para analis keamanan internasional menilai langkah Iran menunjukkan perubahan pola perang modern di Timur Tengah.

Menurut laporan media teknologi internasional, konflik yang awalnya berfokus pada serangan militer kini mulai bergeser ke infrastruktur ekonomi dan digital, termasuk bank, pusat data, serta perusahaan teknologi global.

Sejumlah pakar keamanan siber menyebut perusahaan sipil kini semakin sering berada di garis depan konflik modern karena teknologi mereka digunakan dalam operasi militer seperti kecerdasan buatan, analisis data, dan komputasi awan.

Media teknologi Wired melaporkan bahwa Iran menganggap infrastruktur perusahaan teknologi tersebut memiliki keterkaitan dengan operasi militer Israel sehingga berpotensi dianggap sebagai target strategis.

Para analis bahkan menyebut perkembangan ini sebagai tanda munculnya fase baru perang modern yang tidak lagi hanya menargetkan pangkalan militer, tetapi juga sistem ekonomi dan digital yang menopang operasi militer.

Dengan eskalasi tersebut, konflik Timur Tengah kini dinilai tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga berpotensi mengguncang infrastruktur teknologi dan ekonomi global.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:googleHeadlineiranMicrosoftperangTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam
Tulisan selanjutnya Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?