Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Maret 2026 15:41 3:41 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Maret 2026 16:19
Bagikan
Bagikan

Ribuan Muslim dari berbagai negara berkumpul di Dam Square, Amsterdam, membentangkan tikar dan berbagi makanan saat Ramadhan, menghadirkan suasana doa, persaudaraan, dan kedamaian di tengah salah satu alun-alun paling terkenal di Eropa

Hidayatullah.com | SORE itu, hamparan tikar panjang terbentang di salah satu alun-alun paling terkenal di Eropa. Di atasnya, ribuan orang duduk berjejer membawa makanan dari rumah masing-masing—kurma, roti, sup hangat, hingga berbagai hidangan khas dari Timur Tengah, Asia, dan Afrika.

Sebagian datang bersama keluarga. Sebagian bersama sahabat. Ada pula yang datang sendirian, tetapi akhirnya duduk berdampingan dengan orang yang baru mereka kenal beberapa menit sebelumnya.

Pemandangan yang jarang terlihat itu terjadi di Dam Square pada Sabtu, 28 Februari 2026. Ribuan umat Muslim berkumpul mengikuti acara “Street Iftar”, berbuka puasa bersama di ruang publik jantung kota Amsterdam.

Di tempat yang biasanya dipenuhi wisatawan dan hiruk-pikuk kota, Ramadhan menghadirkan suasana yang berbeda: tenang, hangat, dan penuh kebersamaan.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Hundreds gathered at Dam Square in Amsterdam for a public street iftar during Ramadan, sharing food, prayer, and a message of unity.#Ramadan #iftar#Amsterdam pic.twitter.com/cMD0iy1mnf

— About Islam (@AbtIslamNet) March 1, 2026

Ramadhan Mengubah Wajah Dam Square

Pada hari-hari biasa, kawasan ini menjadi salah satu titik paling ramai di Amsterdam. Wisatawan berjalan santai mengelilingi bangunan bersejarah seperti Royal Palace of Amsterdam dan National Monument.

Namun menjelang matahari terbenam di bulan Ramadhan, suasana alun-alun itu berubah.

Para relawan komunitas Muslim mulai membentangkan tikar dan meja sederhana di berbagai sudut lapangan. Di atasnya disusun makanan berbuka: kurma, buah-buahan, roti, hingga sup hangat yang aromanya perlahan memenuhi udara senja Amsterdam.

Satu per satu orang mulai berdatangan—mahasiswa, pekerja, keluarga muda, hingga wisatawan Muslim yang kebetulan berada di kota itu. Tujuan mereka sama: menunggu waktu berbuka bersama.

Dari Berbagai Negeri, Duduk di Satu Tikar

Komunitas Muslim di Belanda dikenal sangat beragam. Banyak berasal dari Turki, Maroko, Suriname, Pakistan, Indonesia, hingga berbagai negara Afrika.

Ketika mereka duduk bersama di Dam Square, perbedaan bahasa dan budaya seakan hilang. Senyum, sapaan, dan makanan yang dibagikan menjadi bahasa universal yang menyatukan semua orang.

Seorang peserta acara yang datang bersama komunitasnya mengatakan bahwa buka puasa bersama di ruang publik memiliki makna khusus.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Ramadhan adalah tentang kebersamaan dan kepedulian,” ujar salah satu peserta kegiatan dikutip Yeni Asya.

Tidak hanya umat Muslim yang hadir. Banyak warga lokal Belanda yang datang karena penasaran. Beberapa dari mereka bahkan ikut duduk bersama dan mencicipi makanan yang dibagikan para relawan.

Doa Bersama di Jantung Kota Eropa

Menjelang waktu magrib, suasana di alun-alun perlahan berubah menjadi lebih tenang.  Percakapan mulai mereda. Sebagian orang membuka mushaf kecil dan membaca Al-Qur’an. Sebagian lainnya menatap langit senja Amsterdam yang perlahan berubah warna.

Ketika waktu berbuka hampir tiba, seorang tokoh komunitas berdiri di depan kerumunan untuk memimpin doa. Perlahan-lahan, ribuan orang mengikuti gerakan yang sama. Tangan-tangan terangkat ke langit.

Momen itu terasa begitu sakral, seolah hiruk-pikuk kota besar berhenti sejenak menyaksikan pemandangan tersebut.

Saat azan magrib tiba, suasana yang tadinya hening berubah menjadi penuh rasa syukur.

Kurma diambil dari piring-piring yang telah disiapkan sejak sore. Gelas air berpindah dari tangan ke tangan.

Ribuan orang yang duduk berjejer memulai berbuka puasa dengan sederhana—mengikuti tradisi yang telah dilakukan umat Islam selama berabad-abad.

Yang membuat suasana semakin hangat adalah kebiasaan berbagi makanan. Hidangan khas Turki, Maroko, Asia Selatan hingga Asia Tenggara dibagikan kepada siapa saja yang duduk di dekatnya.

Bahkan beberapa wisatawan yang kebetulan lewat ikut ditawari kurma dan sup hangat oleh orang-orang yang belum pernah mereka kenal sebelumnya.

Dakwah Tanpa Kata

Bagi banyak warga lokal yang menyaksikan peristiwa itu, pengalaman tersebut membuka cara pandang baru tentang Islam. Tanpa ceramah panjang, mereka melihat langsung bagaimana nilai-nilai Ramadhan diwujudkan melalui tindakan sederhana: berbagi, keramahan, dan kepedulian terhadap sesama.

Bagi para penyelenggara, itulah pesan yang ingin disampaikan melalui acara tersebut. “Acara ini menunjukkan solidaritas dan kebersamaan,” kata salah satu penyelenggara kegiatan kepada media.

Ketika malam mulai turun dan lampu-lampu kota Amsterdam menyala, acara berbuka puasa bersama itu perlahan berakhir.

Sebagian orang masih duduk berbincang dengan teman baru yang mereka temui sore itu. Sebagian lainnya membantu relawan membereskan tikar dan membersihkan area alun-alun.

Hari itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam.

Namun bagi banyak orang yang hadir, pengalaman tersebut meninggalkan kesan yang jauh lebih panjang.

Di tengah salah satu pusat kota paling terkenal di Eropa, ribuan manusia berkumpul bukan karena kesamaan bangsa atau bahasa, tetapi karena satu nilai yang sama: kebersamaan.

Dan pada malam itu, Dam Square tidak hanya menjadi tempat wisata.

Ia menjadi saksi bagaimana Ramadhan menghadirkan pesan persaudaraan yang melampaui batas agama, budaya, dan bangsa.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmsterdamDam SquareEropaHeadlineiftarMuslimMuslim BelandaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salim Said: Sejak Hari Pertama Menjabat Donald Trump Sudah Kontroversi
Tulisan selanjutnya Iran Perluas Medan Perang: Bank, Google hingga Microsoft Masuk Daftar Target Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Berita
9 Juni 2026 05:00
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia

Terbaru

  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Feature

Mantan Bos Mafia Australia Tembus Titik Paling Gelap Sebelum Bertemu Islam

26 Desember 2025 17:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?