Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

SPI: Saatnya Ahlu Sunnah Belajar dari Iran!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 April 2026 15:17 3:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 April 2026 15:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Ahlu Sunnah wal Jama’ah harus berbenah. Begitulah pesan utama yang disampaikan oleh Sekolah Pemikiran Islam (SPI) dalam kajian daring Tuesday’s Special yang digelar pada Selasa (31/03) silam.

Narasumber dalam kajian bertajuk “Saatnya Ahlu Sunnah Belajar dari Iran” tersebut, Dr. Akmal Sjafril, menumpahkan keresahan yang dirasakannya manakala menyaksikan bagaimana kalangan Ahlu Sunnah di Indonesia memberikan respon terhadap perkembangan dunia belakangan ini. Menurut Akmal, sikap kalangan Ahlu Sunnah dalam menyikapi genosida di Gaza dan perang Iran saat ini tergolong memalukan.

“Banyak yang kebingungan menyikapi perkembangan dunia saat ini, terutama seputar perang di Iran. Mau dukung siapa? Baik AS, Israel maupun Iran sama-sama punya sejarah kelam. Tangan mereka berlumur darah umat Muslim dari berbagai negeri, mulai dari Palestina, Suriah, Afghanistan, dan sebagainya,” ujar pendiri SPI tersebut.

Meski hal tersebut sudah cukup pelik, Akmal mengajak kalangan Ahlu Sunnah untuk melihat lebih jauh ke dalam. “Kalau sekarang kita berdebat harus dukung siapa, maka kita harus menyadari bahwa persoalan ini timbul dari masalah lain yang sebenarnya lebih fundamental. Dilema yang dirasakan oleh kita sekarang ini lahir dari kelemahan kita sendiri,” ungkap Akmal lagi.

Serangan AS pada 28 Februari 2026 silam memang sangat menohok. Akibat serangan itu, Iran harus kehilangan pemimpin tertingginya, Ali Khamenei. Akan tetapi, Iran mampu memberikan respon yang lebih mengejutkan lagi. Hanya dalam hitungan jam, Iran mampu melancarkan serangan ke berbagai pangkalan militer AS di wilayah negara-negara tetangganya. 72 jam setelah serangan AS yang pertama, Iran telah melumpuhkan 27 pangkalan militer. Beberapa hari kemudian, posisi pemimpin tertinggi telah diisi oleh Mojtaba Khamenei. Gempuran Iran berhasil mengakibatkan kerusakan signifikan di Israel, dan aksi penutupan Selat Hormuz terbukti berhasil memaksa dunia untuk memberikan perhatian.

Baca Juga

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

“Kemampuan militer Iran yang terlihat sekarang ini semestinya sudah membuat kita bercermin diri. Sementara negara-negara Arab yang berhaluan Ahlu Sunnah membangun kekayaan dari komoditas minyak bumi dan memberikan lahannya untuk pangkalan-pangkalan militer AS, Iran memperkuat diri dengan teknologi militer yang jauh lebih maju daripada negara-negara tetangganya. Sejumlah negara Arab melancarkan protes kepada Iran, tapi mereka bisa apa?” ujar Akmal.

Akmal mengkritik keras sebagian orang yang tidak mau mengakui kehebatan Iran demi menutupi kekurangannya sendiri. “Iran telah membuktikan dirinya mampu menyerang Israel secara bertubi-tubi. Kalau ada yang tidak nyaman dengan kenyataan bahwa Iran adalah negara yang didominasi Syi’ah, maka sebaiknya ia bertanya kepada diri sendiri: mengapa negara-negara Ahlu Sunnah tidak bisa? Nyatanya Israel bisa ditekan, dan pertahanannya tidak sekuat yang digadang-gadang selama ini. Kalau semua negara Islam kompak, maka insya Allah Palestina segera merdeka. Tapi komitmen itu yang tidak ada,” tandas lelaki berdarah Minang itu.

Akmal mengaku heran dengan sikap sebagian orang yang seolah alergi mengakui kelebihan Iran, seolah-olah meremehkan Iran itu perlu dilakukan demi mengangkat martabat Ahlu Sunnah. Menurut Akmal, respek kepada kompetitor justru salah satu resep utama untuk menjadi pemenang.

“Orang bisa jadi pemenang kalau ia serius berkompetisi, dan keseriusannya itu lahir dari respek terhadap kompetitor. Kalau kita menganggap remeh lawan-lawan kita, maka kita tidak akan serius berjuang, dan akibatnya malah tak akan menang. Sebaliknya, kalau kita akui bahwa kompetitor kita adalah lawan yang tak mudah untuk dikalahkan, maka peluang kita untuk keluar sebagai pemenang malah bertambah besar, karena kita akan serius dalam berkompetisi,” tandas Akmal lagi.

Saat ini, menurut Akmal, kita tidak perlu malu mengakui kehebatan Iran dan belajar darinya, tanpa memandang latar belakang Syi’ah-nya. “Kita tidak keberatan mengakui Albert Einstein dan Michael Jordan sebagai pakar di bidangnya masing-masing tanpa memandang agamanya, justru karena kita meyakini bahwa keunggulan mereka tidak timbul dari agamanya itu. Demikian juga Iran memiliki kekuatan militer yang hebat bukan karena Syi’ah-nya, dan negeri-negeri Islam saat ini lemah bukan karena mereka Ahlu Sunnah. Lalu apa yang menghalangi kita untuk belajar dari mereka?” pungkasnya.

Selain menggelar kursus singkat di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, SPI juga secara rutin menggelar kajian daring Tuesday’s Special yang membahas problematika kontemporer umat, mulai dari topik-topik pemikiran hingga geopolitik.*/SPI Media Center

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahlu Sunnah Wal JamaahAkmal SjafrilASWAJAkonflik Timur TengahPerang Iran-AS IsraelSekolah Pemikiran Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buat Avatar Profil Kartun Unik dari Foto Anda
Tulisan selanjutnya DPW Bakomubin Jabar Gelar Halal Bihalal 1447 H dan Sosialisasikan Perubahan Nama Organisasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

4 Juni 2026 21:20
Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

4 Juni 2026 14:01
Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?