Hidayatullah.com – Lebanon menetapkan hari berkabung nasional selama satu hari setelah serangan penjajah Israel menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya.
Pertahanan Sipil Lebanon menyebut “serangan barbar” tersebut sebagai salah satu hari mematikan dalam agresi Zionis, sementara korban tewas terus bertambah.
Korban jiwa tercatat di seluruh negeri, termasuk Baalbek, Nabatieh, Sidon, dan Tyre.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menuduh Israel menyerang “daerah pemukiman padat penduduk” meskipun ada upaya gencatan senjata.
Kepresidenan Lebanon juga mencatat bahwa selama lebih dari 15 bulan sejak perjanjian gencatan senjata pada November 2024, “banyak pelanggaran dan penyimpangan telah tercatat tanpa adanya efek jera.”
Melansir TRT pada Kamis (09/04/2026), kepresidenan Lebanon menyebut kegigihan Israel dalam agresi “bertentangan dengan semua nilai kemanusiaan.”
Sementara itu, Kepala Staf Israel Eyal Zamir bersumpah untuk melanjutkan serangan militer “tanpa gangguan.”
Tentara Israel mengatakan mereka menyerang lebih dari 100 lokasi “dalam waktu 10 menit” di seluruh Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan.
Netanyahu: Gencatan senjata tidak termasuk di Lebanon
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pada hari Rabu, Israel mendukung keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, menambahkan bahwa gencatan senjata tersebut tidak termasuk Lebanon.
Netanyahu mengatakan Israel mendukung jeda serangan dengan syarat Iran membuka kembali selat maritim utama dan menghentikan serangannya.
Sebelumnya, seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada CNN bahwa Israel adalah pihak yang menyetujui gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh Trump.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa Israel juga telah setuju untuk menangguhkan kampanye udaranya sementara negosiasi berlanjut.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa “Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan daerah lain, yang berlaku segera.”




