Hidayatullah.com— Garda Revolusi Iran, hari Senin (18/5/2026), mengatakan pasukannya menyerang kelompok-kelompok yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan Zionis Israel di Provinsi Kurdistan, dekat perbatasan dengan Iraq.
Dalam sebuah pernyataan yang dikabarkan kantor berita semi-resmi ISNA, Garda Revolusi mengklaim kelompok-kelompok dari “bagian utara Iraq dan bertindak atas nama AS dan rezim Zionis berusaha menyelundupkan dalam jumlah besar senjata dan amunisi Amerika” ke dalam wilayah Iran.
Dikatakan dalam pernyataan itu bahwa kelompok-kelompok tersebut diserang di kota Baneh di Provinsi Kurdistan yang berbatasan dengan Iraq.
Bulan April, dalam pidato perayaan Paskah di Gedung Putih, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat berusaha mempersenjatai demonstran Iran tetapi senjata yang dikirimkan diselewengkan dan tidak pernah sampai ke tangan orang-orang yang dimaksud.
Trump mengatakan persenjataan itu dimaksudkan untuk membantu pengunjuk rasa anti-pemerintah dalam melawan penguasa.
“Kami mengirim senjata api, banyak senjata api, yang ditujukan bagi rakyat sehingga mereka bisa melawan balik para begundal ini (rezim, red),” kata Trump kepada awak media saat perayaan Paskah di Gedung Putih hari Senin 6 April, seperti dilansir AFP.
“Kalian tahu apa yang terjadi? Orang-orang yang mereka utus untuk menyimpan senjata-senjata itu,” kata Trump, menambahkan, “Saya sangat marah dengan sekelompok orang tertentu, mereka akan menanggung akibatnya.”
Trump tidak menjelaskan siapa pihak yang dia tuduh mengambil senjata yang dikirimkan AS.
Akan tetapi, pada hari Ahad sebelumnya, Trump dikutip oleh seorang reporter Fox News mengatakan bahwa dia menyalahkan pihak perantara Kurdi yang dituduhnya telah mengambil senjata yang seharusnya diperuntukkan bagi para pembangkang Iran.*




