Hidayatullah.com–Santri sekaligus siswa kelas VI MI Ar-Riyadh Hidayatullah Bontang, Muhammad Fadil, tampil pada pembukaan Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan III DPRD Kota Bontang yang membahas penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (15/6/2026) di Ruang Rapat Paripurna Lantai III Sekretariat DPRD Kota Bontang.
Kehadiran Muhammad Fadil dalam forum resmi legislatif tersebut merupakan bentuk apresiasi atas prestasi akademik dan keagamaan yang diraihnya sebagai penghafal 30 juz Al-Qur’an. Capaian itu menjadi bukti keberhasilannya menempuh pendidikan dan pembinaan tahfiz di MI Ar-Riyadh Hidayatullah Bontang.
Muhammad Fadil mulai menempuh pendidikan di MI Ar-Riyadh Hidayatullah Bontang pada Tahun Ajaran 2020/2021. Pada masa awal sekolah, ia mengikuti proses pembelajaran dari rumah akibat pandemi COVID-19.
Setelah kegiatan belajar mengajar kembali normal pada Tahun Ajaran 2022/2023, Fadil melanjutkan pendidikan secara tatap muka dan aktif mengikuti berbagai program pengembangan yang diselenggarakan sekolah.
Memasuki tahun keempat pendidikan dasar, Fadil mengikuti seleksi Program Takhassus Tahfiz MI Ar-Riyadh. Dari sekitar 90 peserta yang mendaftar, ia berhasil menjadi satu dari sepuluh siswa yang lolos ke program khusus tersebut.
Perjalanan hafalannya menunjukkan perkembangan yang konsisten. Saat duduk di kelas V, Fadil telah menyelesaikan hafalan 20 juz Al-Qur’an dan mengikuti ujian terbuka yang dipimpin Ustaz H. Muhammad Zulfahmi, Lc., alumni Universitas Islam Madinah. Ujian tersebut disaksikan oleh guru, orang tua, undangan, dan para peserta didik.
Prestasi Fadil berlanjut di kelas VI. Ia berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan mengikuti imtihan terbuka pada 3 Juni 2026. Ujian tersebut dipimpin oleh Ustaz Hamdan, S.H., serta disaksikan para guru, orang tua, dan peserta didik.
Ketua Yayasan Hidayatullah Bontang, Ustaz Firdaus Darwin, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.
“Kami berharap nilai-nilai Al-Qur’an senantiasa mendenyut dalam kehidupan setiap muslim, terutama bagi para penjaganya,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada MI Ar-Riyadh yang terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan iman dan takwa yang berjalan seiring dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut Firdaus, pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini perlu ditopang oleh kedekatan dengan Al-Qur’an. Karena itu, pembinaan yang dilakukan lembaga pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam berbagai bidang kehidupan pada masa mendatang.
Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG., didampingi Wakil Wali Kota Agus Haris, S.H., serta Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam.
Turut hadir unsur Pemerintah Kota Bontang yang terdiri atas staf ahli, asisten pemerintahan, kepala bagian, inspektur, kepala badan, kepala pelaksana, kepala dinas, kepala satuan, camat, dan lurah.
Selain itu, hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, pimpinan partai politik, lembaga kemasyarakatan, kalangan perbankan, serta perwakilan perusahaan di Kota Bontang.*




