Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Juni 2026 09:59 9:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Juni 2026 09:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Amerika Serikat mengatkaan akan menghentikan pendanaan program-program yang berkaitan dengan penanggulangan HIV dan AIDS di Afrika Selatan.

Lebih dari delapan juta orang di Afrika Selatan hidup dengan virus HIV di dalam tubuhnya, angka tertinggi dibandingkan negara lain di dunia.

Departemen Luar Negeri AS mengkaitkan keputusan itu dengan tuduhan bahwa Afrika Selatan gagal melindungi komunitas minoritas kulit putih Afrikaner, sebuah tuduhan yang dibantah berulang kali oleh pemerintah Afsel, lapor BBC Jumat (19/6/2026).

Merespon kabar tersebut Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan perihal itu, dan pihaknya sejak lama bekerja dengan mengandalkan program inisiatifnya sendiri.

Sampai 2025, AS memberikan dukungan terhadap upaya Afsel dalam menangani HIV dengan dana sekitar $400 juta setahun melalui President’s Emergency Fund for Aids Relief (Pepfar).

Baca Juga

Parlemen Dukung Pakta Pertahanan Mekkah, Turki Bisa Kirim Bantuan Militer ke Saudi
Pemukim Ilegal ‘Israel’ Meneror Petani Zaitun Palestina di Seluruh Tepi Barat
Mudahkan Masyarakat Akses Khanazah Keilmuan, Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT di Munas Tarjih XXXIII
Koalisi Saudi Klaim Cegat Rudal Balistik Houthi di Wilayah Madinah
Abdul El-Sayed, Muslim Pertama yang Jadi Senat Amerika Serikat

Namun, sejak pelantikan Donald Trump sebagai presiden, hubungan kedua negara memburuk.

Tidak lama setelah dilantik, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang isinya menuduh banyak kebijakan Afrika Selatan yang menafikan kesetaraan ras dan justru meningkatkan kekerasan terhadap pemilik tanah dari kalangan “ras yang tidak disukai” alias orang kulit putih yang dikenal dengan sebutan Afrikaner.

Tuduhan itu dibantah oleh pemerintah Afrika Serikat, yang mengatakan kebijakan Black Economic Empowerment diperlukan untuk membetulkan ketimpangan ekonomi yang ditimbulkan era apartheid — masa di mana kalangan Afrikaner berkuasa dan menerapkan kebijakan diskriminatif terhadap orang kulit hitam.

Perintah eksekutif itu juga menyoroti tindakan Afrika Selatan yang mengajukan gugatan atas Israel di International Court of Justice serta hubungan pemerintah Afsel dengan Iran.

Trump juga mengatakan tanpa bukti bahwa ada genosida terhadap orang kulit putih di Afrika Selatan. Afrikaner adalah keturunan orang Eropa Barat yang menetap di Afrika bagian selatan pada abad ke-17 dan menjadikan wilayah itu sebagai koloninya. Di masa pemerintahan Trump ini, Afrikaner hampir menjadi satu-satunya pengungsi yang diizinkan masuk ke AS.

Pendanaan Pepfar, yang sebelumnya menyediakan sekitar seperlima dari total pengeluaran Afrika Selatan untuk program HIV, ditangguhkan pada Oktober 2025 dan digantikan dengan apa yang disebut Washington sebagai “rencana jembatan”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
Tulisan selanjutnya Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika

Berita
31 Oktober 2026 16:32
Mudahkan Masyarakat Akses Khanazah Keilmuan, Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT di Munas Tarjih XXXIII
Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
Pengadilan Turki Cabut “Ma’alim fi ath-Tariq” Sayyid Qutb dari Daftar Buku Terlarang

Terbaru

  • Parlemen Dukung Pakta Pertahanan Mekkah, Turki Bisa Kirim Bantuan Militer ke Saudi
  • Pemukim Ilegal ‘Israel’ Meneror Petani Zaitun Palestina di Seluruh Tepi Barat
  • Mudahkan Masyarakat Akses Khanazah Keilmuan, Muhammadiyah Luncurkan ChatHPT di Munas Tarjih XXXIII
  • Koalisi Saudi Klaim Cegat Rudal Balistik Houthi di Wilayah Madinah
  • Abdul El-Sayed, Muslim Pertama yang Jadi Senat Amerika Serikat
  • Hakim Prancis Buka Penyelidikan Dugaan Kejahatan Perang Israel di Libanon
  • Di Singapura Memulung Botol Bekas dari Tempat Sampah Bisa Kena Denda
  • Roti Semakin Langka dan Mahal Banyak Orang Sudan Kurang Makan
  • Pengadilan Turki Cabut “Ma’alim fi ath-Tariq” Sayyid Qutb dari Daftar Buku Terlarang
  • Trump Umumkan akan Setop Bantuan Militer ke ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hakim Prancis Buka Penyelidikan Dugaan Kejahatan Perang Israel di Libanon

5 November 2026 17:30
Berita

Di Singapura Memulung Botol Bekas dari Tempat Sampah Bisa Kena Denda

5 November 2026 16:51
Berita

Roti Semakin Langka dan Mahal Banyak Orang Sudan Kurang Makan

5 November 2026 16:11
Berita

Trump Umumkan akan Setop Bantuan Militer ke ‘Israel’

5 November 2026 13:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?