Hidayatullah.com– Prancis dan Jerman hari Senin (22/6/2026) mengumumkan kesepakatan untuk mengelola bersama perusahaan pembuat senjata yang berbasis di Amsterdam, KNDS, seiring upaya Eropa untuk memperkuat kerja sama pertahanan.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Prancis dan Jerman akan memiliki bagian saham yang sama banyak di KNDS — perusahaan alat pertahanan pembuat tank Leopard 2 dan Leclerc, artileri, dan kendaraan lapis baja.
Kantor kepresidenan Prancis mengatakan perjanjian tersebut “mencerminkan tekad bersama Prancis dan Jerman untuk memperkuat kemampuan industri dan pertahanan Eropa, guna mendukung angkatan bersenjata mereka, serta untuk memperkuat kedaulatan Eropa secara berkelanjutan.”
Berlin menyuarakan hal serupa. “Pemerintah khususnya bertujuan untuk memperkuat kerja sama persenjataan bilateral dan Eropa. Kerja sama dengan Prancis memainkan peran kunci dalam hal ini.”
Langkah tersebut diambil ketika Eropa menghadapi Rusia yang bermusuhan sementara hubungan dengan Amerika Serikat, sekutu mereka yang banyak menyokong pertahanan negara-negara Eropa anggota NATO, tidak baik-baik saja.
KNDS didirikan pada tahun 2015 dan saat ini 50% sahamnya dimiliki oleh Prancis melalui perusahaan induk, sementara sisanya dimiliki oleh keluarga Wegmann dari Jerman. Perusahaan akan melakukan IPO — salah satu penawaran saham ke publik yang paling dinantikan di Eropa tahun ini — yang dapat memberikan valuasi perusahaan sebesar €15 hingga €20 miliar ($17 hingga $23 miliar).
Sebuah dokumen Kementerian Pertahanan Jerman yang dilihat oleh AFP memperingatkan bahwa tenggat waktu untuk IPO Juli sangat ketat. Komite anggaran parlemen harus menyetujui rencana kepemilikan saham oleh Berlin sebesar 40% ketika mereka bertemu pada hari Rabu (24/6/2026).
Kementerian tersebut mencatat bahwa “kesepakatan dengan keluarga Wegmann mengenai kontrak pembelian harus dicapai” dan masih diperlukan beberapa persetujuan peraturan.
CEO KNDS Jean-Paul Alary menyebut kesepakatan bilateral itu sebagai konfirmasi atas nilai strategis KNDS bagi kemampuan pertahanan, basis industri, serta kedaulatan teknologi Eropa.
Kesepakatan itu juga menghidupkan kembali harapan proyek bersama pembuatan tank tempur MGCS antara Prancis-Jerman, yang tertunda setelah runtuhnya program jet tempur FCAS baru-baru ini.*




