Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2026 11:27 11:27 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 7 Agustus 2026 11:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Sebuah liputan investigasi mengungkap bahwa salah saeorang pejabat PBB berulang kali menjadi informan untuk ‘Israel’. Informan itu membocorkan dokumen-dokumen rahasia PBB, dan intelijen politik internal kepada diplomat ‘Israel’, menurut investigasi tersebut.

Daftar isi
  • Bagaimana ‘Israel’ Menanam Informan di PBB?
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Drop Site News menyebut Yahav Lichner, sekarang memimpin kantor UNICEF di Washington, sebagai “orang dalam” Israel di PBB dan telah membocorkan informasi internal ke entitas Zionis.

Drop Site berhasil memperoleh email-email yang menunjukkan bahwa antara tahun 2014 dan 2015, saat Lichner bertugas di Dana Kependudukan PBB, ia secara rutin mengirimkan materi internal PBB ke ‘Israel’.

Sebagian materi itu memiliki tanda “sangat rahasia” dan telah digunakan ‘Israel’ untuk melobi pemerintah AS untuk melemahkah inisiatif dan kebijakan PBB yang tidak menguntungkan mereka.

Berkali-kali, Lichner melampirkan peringatan yang sama pada informasi yang dibocorkannya: “Hanya untuk Anda.”

Baca Juga

Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan
Malaysia Tegaskan Tak Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya Jika Nyawa Mereka Terancam

Menurut Drop Site, email-email tersebut berasal dari arsip email milik perwakilan tetap ‘Israel’ untuk PBB Ron Prosos periode 2011-2015 yang diretas kelompok hacker Handala dan dibagikan secara online oleh situs whistleblower Distributed Denial of Secrets.

Informasi apapun dari dalam PBB menjadi penting bagi ‘Israel’ di tengah pembantaian dan perangnya di Gaza pada tahun 2014.

Pada Februari 2015, Lichner mengirimkan kepada para diplomat ‘Israel’ ringkasan internal rahasia tentang pertemuan-pertemuan di Washington yang diadakan oleh Zeid Ra’ad Al-Hussein, Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia saat itu. Pertemuan itu membahas penyelidikan tentang perilaku ‘Israel ‘di Gaza.

Sebagian besar informasi intelijen yang bocor tersebut bertujuan untuk membantu ‘Israel’ menghindari pertanggungjawaban atas pembunuhan warga Palestina.

Bagaimana ‘Israel’ Menanam Informan di PBB?

Investigasi Drop Site menunjukkan bahwa penempatan Lichner di PBB sendiri direkayasa oleh ‘Israel’. Prosor secara pribadi melobi pengangkatannya ke Dana Kependudukan PBB, dengan bantuan Duta Besar AS untuk PBB saat itu, Samantha Power, untuk secara pribadi menekan pimpinan lembaga tersebut, dan memberikan referensi yang sangat baik untuk menjamin integritas Lichner.

Setelah diangkat, ia segera mulai berperan sebagai sumber informasi internal yang aktif, bahkan pernah memberi nasihat kepada Israel tentang pos-pos PBB mana yang menangani Palestina dan hak asasi manusia yang dapat menjadi sasaran pemotongan anggaran.

Aturan PBB mewajibkan para pejabat untuk hanya melayani organisasi tersebut dan secara tegas melarang mereka untuk menyampaikan informasi yang diketahui melalui posisi mereka kepada pemerintah mana pun.

Mantan Asisten Sekretaris Jenderal PBB, Charles Petrie, mengkonfirmasi kepada Drop Site bahwa perilaku dalam email tersebut secara tegas dilarang. Namun ia juga menyebut PBB tidak memiliki sistem untuk memberi konsekuensi dan menjatuhkan hukuman atas kebocoran semacam itu.

Ia bahkan menyebutnya sebagai tanda sebuah insitusi tanpa pertanggungjawaban internal.

Lichner tetap berada dalam sistem PBB dalam peran yang semakin erat kaitannya dengan kepentingan Israel. Ia kemudian menjadi penasihat UNICEF, ikut serta dalam pertemuan tentang akses kemanusiaan selama perang genosida ‘Israel’ di Gaza, dan menjabat sebagai penasihat utama koordinator senior kemanusiaan dan rekonstruksi PBB untuk Gaza sebelum menjadi direktur kantor UNICEF di Washington pada Januari 2025.

Tidak ada bukti yang menunjukkan apakah kolaborasinya dengan Israel berlanjut setelah tahun 2015, atau apakah UNICEF mengetahui email tersebut ketika menunjuknya.

Dalam email yang dibocorkan Lichner pada tahun 2015, ia menyebut ada seseorang diplomat yang diam-diam digadang menjadi calon pengganti Sekjen PBB saat itu dan meminta ‘Israel’ mengawasinya. Ia adalah Nickolay Mladenov, yang sekarang menjabat sebagai direktur jenderal Board of Peace.

Badan yang sama yang memohon kepada ‘Israel’ untuk menghentikan serangannya di Gaza, sambil menolak menyebut ‘Israel’ sebagai pihak yang melakukan pembantaian.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Drop Site Newsgenosida GazaHeadlineinvestigasiMata-mata Israel di PBBPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
Tulisan selanjutnya Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Inggris Selidiki Badan Amal yang Diduga Danai Permukiman Ilegal ‘Israel’ di Palestina

Berita
6 Agustus 2026 13:30
Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
Serangan Udara Saudi ke Iraq Menarget Milisi Pro-Iran, Bukan Negara Iraq
Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian
Dituduh Plagiat Profesor Kulit Hitam Termuda Cambridge Mengundurkan Diri

Terbaru

  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan
  • Malaysia Tegaskan Tak Akan Pulangkan Pengungsi Rohingya Jika Nyawa Mereka Terancam
  • Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman
  • Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand
  • Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
  • Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Penjara Seumur Hidup Bagi Pemuda Afghanistan yang Menabrakkan Mobil ke Kerumunan di Munich Jerman

6 Agustus 2026 21:48
Berita

Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand

6 Agustus 2026 20:59
Berita

Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei

6 Agustus 2026 19:43
Berita

Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya

6 Agustus 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?